KabarMakassar.com – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan refleksi satu tahun pemerintahan pasangan MULIA dalam agenda yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (20/02).
Ia menegaskan bahwa perjalanan setahun terakhir bukanlah hal yang mudah untuk dirinya dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin lewati.
“Bagi saya pribadi, ini adalah momentum refleksi, introspeksi diri, serta koreksi tentang perjalanan dan tanggung jawab yang berada di pundak kami berdua untuk warga Kota Makassar,” ujar Aliyah.
Ia mengenang proses demokrasi yang dilalui bersama pasangannya, Munafri Arifuddin alis Appu, sejak masa pencalonan hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2024. Menurutnya, keputusan menerima pinangan politik tersebut dilandasi keyakinan terhadap karakter Appi.
“Saya melihat sosok beliau sebagai laki-laki yang tangguh, tidak menyerah, dan berjiwa pejuang,” ungkapnya.
Aliyah juga menyebut dukungan suaminya, Ilham Arief Sirajuddin, yang disebutnya sebagai mentor dan guru politik, menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Ia menyatakan siap mewakafkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat dan mendampingi Wali Kota Makassar periode 2024–2029.
Dalam kesempatan itu, Aliyah mengakui bahwa satu tahun pertama pemerintahan diwarnai berbagai tantangan dan dinamika. Sejumlah keputusan strategis harus diambil demi kepentingan masyarakat.
“Amanah ini tidak ringan. Ada tantangan dan keputusan penting yang harus diambil. Tapi dukungan masyarakat membuat saya yakin harus menjalankannya dengan integritas, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perubahan perannya dari pendamping kepala daerah pada periode 2004–2014 menjadi wakil wali kota yang terlibat langsung dalam pemerintahan. Meski memiliki keterbatasan wewenang, ia memastikan tetap berkomitmen maksimal membantu jalannya roda pemerintahan.
Pada momen tersebut, Aliyah menyampaikan apresiasi kepada Munafri atas kebersamaan dan kepercayaan yang diberikan selama setahun terakhir.
“Jabatan ini bukan tentang posisi, tetapi tentang pengabdian. Bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab kepada masyarakat,” katanya.
Menutup pidatonya, Aliyah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga soliditas pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
“Saya jaga Pak Wali, kita jaga bersama Makassar-ta yang kita cintai dan banggakan,” tukasnya.














