kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Polisi di Makassar Jadi Badut Sulap, Hasilnya Disedekahkan ke Panti Asuhan

Polisi Badut Hadirkan Senyum untuk Anak Leukemia di Hari Kemerdekaan
Bringpol Ridha Rusni Rauf saat menjadi badut (Dok: Atri KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Profesi badut umumnya dijalani oleh masyarakat biasa. Namun, siapa sangka seorang brigadir polisi di Kota Makassar juga menekuni profesi unik ini. Ia adalah Ridha Rusni Rauf (28), anggota Polrestabes Makassar yang akrab disapa Ridha.

Sejak 2006, Ridha telah terbiasa menghibur anak-anak dengan kostum badut. Perjalanannya tak berhenti di situ. Pada 2020, ia mulai menggabungkan aksi badut dengan keterampilan sulap, menjadikannya paket hiburan yang semakin menarik.

Menariknya, profesi sampingan itu dijalani Ridha di luar jam tugas sebagai aparat kepolisian. Ia tetap mengedepankan tugas utama sebagai penegak hukum. Jika ada jadwal manggung yang berbenturan dengan pekerjaannya, Ridha menyerahkan orderan tersebut kepada rekannya sesama badut.

“Bagi yang nonton, saat saya bermain sulap ternyata malah membuat penonton lebih terhibur dengan permainan sulap,” kata Ridha saat ditemui KabarMakassar.com disela-sela dirinya sedang menghibur anak-anak, Minggu (17/08).

Berprofesi sebagai aparat kepolisian tidak membuat Ridha gengsi dengan profesinya sebagai badut. Meski di awal dirinya menggeluti profesinya ini tidak sedikit yang menghina, bahkan masyarakat ada yang tidak percaya bahwa dia adalah seorang polisi, karena menggunakan kostum badut.

Hinaan yang ia dapatkan, membuat Ridha tetap gentar untuk terus menghibur terutama pada anak-anak. Menurut dia profesinya sebagai polisi terinspirasi untuk menjadi seorang badut karena sama-sama memberikan pelayanan dalam bentuk hiburan kepada anak-anak melalui seni sulap.

Ridha juga aktif mengabadikan momen dirinya saat menghibur dengan menggunakan kostum badut di media sosialnya.

“Setelah melihat beberapa unggahan penampilan saya di media sosial, barulah masyarakat percaya, jika badut yang mereka lihat merupakan sosok polisi,” tuturnya.

Selama ini, jasa Ridha menjadi badut sering dipakai di acara orang-orang dari menengah atas, dan hasil dari penyewaan jasanya sebagai badut untuk menghibur itu, disedekahkan ke panti asuhan dan fakir miskin.

“Kita biasa yang menengah tinggi sesuai kesepakatan bersama. Apabila menengah kebawa kita kerjanya secara ikhlas karena inilah tugas kami yaitu tadi kita akan mengisi acara seperti kegiatan sosial berkunjung di panti asuhan, penderita kanker, dan fakir miskin seperti itu,” kata Ridha.

error: Content is protected !!