kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Narkoba Sasar Pelajar Bantaeng, Legislator NasDem Minta Tes Urine Massal di Sekolah

Narkoba Sasar Pelajar Bantaeng, Legislator NasDem Minta Tes Urine Massal di Sekolah
Anggota DPRD Bantaeng, Sulawesi Selatan, Hasriani. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Peredaran narkoba di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan kian mengkhawatirkan. Fenomena barang haram yang mulai merambah ke lingkungan pendidikan ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Bantaeng, Hasriani.

Politikus NasDem yang akrab disapa Tenri ini mengaku kerap menerima laporan anonim terkait aktivitas pengedar di sekolah-sekolah menengah.

Ia mendesak adanya langkah konkret untuk melindungi generasi muda.

“Seluruh jajaran penegak hukum mewakili seluruh keresahan orang tua siswa apalagi berjenis kelamin laki-laki, belakang ini sering saya menerima laporan anonim jika pengedar narkotik jenis sabu merambah ke lingkungan sekolah SMP-SMA di Bantaeng,” ujar Tenri kepada media, Senin kemarin (4/5).

Tenri menilai peredaran sabu merupakan ancaman nyata yang dapat memutus harapan masa depan anak bangsa. Baginya, komitmen kepolisian dan BNN harus benar-benar diuji dalam memutus mata rantai peredaran ini.

“Sabu-sabu ini yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak kami dan anak-anak seluruh negeri. Kami mohon agar segera ditindaklanjuti. Meskipun memang, memusnahkan pengedar narkoba tidak mudah,” tegasnya.

Melihat pola penyebaran yang semakin masif, Hasriani meminta BNN Sulsel memperkuat kolaborasi dengan kepolisian setempat, termasuk melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah.

“Kalau perlu BNN menggelar edukasi ke seluruh sekolah. Karena pengguna kebanyakan justru usia SMP dan SMA,” katanya.

Sebagai langkah deteksi dini, Tenri pun meminta agar pihak terkait melakukan tes urine kepada seluruh siswa SMP dan SMA di Bantaeng.

Ia khawatir, jika anak sudah kecanduan, dampak sosial dan ekonominya akan sangat merusak keluarga.

“Uang jajan yang kami berikan hanya sebatas untuk bayar biaya angkutan umum selama ada MBG (Makan Bergizi Gratis), tapi jika anak-anak ini sudah kecanduan maka jangankan uang, barang dalam rumah pun bisa habis mereka jual tanpa kami sadari,” tandas Tenri.

Selain pengawasan dari aparat, Tenri mengingatkan bahwa media sosial (medsos) menjadi celah baru bagi jaringan pengedar untuk memengaruhi anak di bawah umur. Oleh karena itu, peran orang tua dianggap sebagai benteng utama.

“Anak-anak hari ini sudah memegang handphone sejak kecil. Negara tidak mungkin membatasi teknologi, jadi peran orang tua sangat penting,” tutupnya.

error: Content is protected !!