KabarMakassar.com — Kepastian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini masih belum mendapatkan restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Meski seluruh persiapan teknis telah dirampungkan, panitia belum bisa memastikan hari pelaksanaan karena menunggu keputusan resmi dari DPP.
Ketua panitia, Lukman B. Kady, menegaskan Musda tetap diarahkan berlangsung pada April 2026. Namun hingga kini, jadwal definitif belum ditetapkan.
“Insya Allah direncanakan bulan April. Tapi dalam satu dua hari ini kami akan ke DPP untuk meminta kepastian jadwal. Yang jelas, Musda tetap di bulan April,” ujarnya, Rabu (08/04).
Situasi ini berdampak langsung pada tahapan berikutnya. Panitia belum membuka pendaftaran calon ketua karena seluruh mekanisme masih menunggu penetapan jadwal resmi. Steering Committee (SC) disebut akan mengambil alih proses setelah keputusan DPP turun.
“Proses pendaftaran baru berjalan kalau jadwal sudah ada. Nanti SC yang umumkan mekanismenya,” kata Lukman.
Di tengah ketidakpastian tersebut, panitia memastikan kesiapan teknis tidak menjadi kendala. Sistem pengamanan peserta bahkan telah disiapkan dengan skema identifikasi berbasis barcode untuk mengontrol akses ruang sidang.
“Peserta penuh akan menggunakan ID card berbarcode. Setelah pembukaan, hanya yang memiliki barcode yang bisa masuk,” tegasnya.
Setiap kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dijadwalkan mengirim lima peserta penuh, memastikan representasi seluruh daerah dalam forum Musda.
Sementara itu, isu terkait bakal calon ketua yang disebut-sebut telah melalui proses tertentu jelang Musda belum dikonfirmasi panitia. Lukman mengaku belum menerima informasi tersebut dan meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi.
“Saya sebagai ketua panitia belum dapat informasi itu. Kita tunggu saja, kalau jadwal sudah ada semua akan jelas,” tukasnya.














