kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemkot Makassar Segera Miliki Liposos, Solusi Pembinaan Anak Jalanan

Pemkot Makassar Segera Miliki Liposos, Solusi Pembinaan Anak Jalanan
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, A. Bukti Djufrie, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial mengambil langkah serius dalam menangani persoalan anak jalanan (anjal) dan gelandangan-pengemis (gepeng) dengan menghadirkan Lindungan Pondok Sosial (Liposos), pusat rehabilitasi sosial terpadu.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, A. Bukti Djufrie, mengungkapkan bahwa Makassar selama ini hanya mengandalkan tempat penampungan sementara tanpa fasilitas pembinaan lanjutan.

Akibatnya, pola penanganan menjadi tidak efektif dan bersifat siklus ditangkap hari ini, dipulangkan besok, lalu kembali lagi ke jalan.

“Selama ini kita tidak punya Liposos seperti di Surabaya. Kalau di sana, begitu anak-anak jalanan atau gepeng tertangkap, langsung dibawa ke Liposos. Di sana mereka diberikan pelatihan keterampilan, pembinaan, bahkan tempat tinggal layaknya pesantren,” ujar Bukti, Selasa (24/06).

Ia menambahkan, di Surabaya, Liposos dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai untuk mendidik, melatih, serta mengubah pola pikir anak jalanan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri.

“Ada pelatihan seperti membuat spanduk, keterampilan dasar usaha, dan penguatan karakter. Jadi saat keluar dari Liposos, mereka sudah punya bekal keterampilan hidup,” jelasnya.

Melihat efektivitas model tersebut, Dinas Sosial Makassar akhirnya bergerak. Untuk tahap awal, Pemerintah Kota telah mengalokasikan anggaran sewa fasilitas seluas lebih dari 1.000 meter persegi di wilayah Barombong sebagai tempat Liposos sementara.

Langkah ini tertuang dalam APBD Perubahan tahun 2025, sekaligus menjadi transisi menuju pendirian Liposos permanen di masa mendatang.

“Tempatnya sangat representatif. Sudah ada bangunan siap pakai, fasilitas olahraga, dan tempat tidur. Ini langkah awal, sembari kita mencari lahan dan anggaran pembangunan permanennya,” tutur Bukti.

Liposos Barombong ini akan menjadi tempat rehabilitasi sekaligus pelatihan keterampilan bagi anak jalanan, manusia silver, pengemis, dan kelompok marginal lainnya yang selama ini sulit ditangani secara komprehensif.

Bukti menekankan, keberadaan Liposos akan mengakhiri pendekatan tangkap-lepas yang tidak menyelesaikan akar masalah sosial di jalanan kota.

Selama ini, tanpa pembinaan, anak jalanan yang ditangkap Satpol PP hanya menandatangani surat pernyataan orang tua lalu dipulangkan dan esoknya kembali lagi ke titik semula.

“Itu yang membuat upaya kita selama ini seolah sia-sia. Kita butuh tempat yang mampu memutus mata rantai ini. Dan Liposos adalah jawabannya,” ujarnya.

Ke depan, Liposos juga diharapkan menjadi pusat intervensi sosial dengan pendekatan multi-sektor, menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Lembaga Pelatihan Kerja, agar para penghuni bisa benar-benar kembali ke masyarakat dengan keahlian dan mental yang siap bersaing.

Dinas Sosial menargetkan fasilitas sementara di Barombong ini sudah bisa mulai difungsikan dalam waktu dekat setelah seluruh mekanisme anggaran dan operasional selesai disusun.

Sementara itu, penyusunan desain dan perencanaan jangka panjang untuk pembangunan Liposos permanen terus dikebut.

“Kami tidak ingin ini hanya jadi solusi jangka pendek. Ini pondasi untuk perubahan besar. Anak-anak jalanan dan gepeng juga punya hak untuk diperbaiki masa depannya,” tutup Bukti.

error: Content is protected !!