KabarMakassar.com — Menjelang perayaan Iduladha 2025, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) bersiap melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban yang akan dijual dan disembelih. Sebanyak 100 personel akan diturunkan dalam kegiatan tersebut guna memastikan kelayakan dan kesehatan hewan sesuai standar syariat dan kesehatan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP2 Makassar, Mirdayanti, menjelaskan bahwa pelepasan tim pemeriksa akan dilakukan pada Rabu (28/05) di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar. Pemeriksaan akan berlangsung dua tahap, yaitu sebelum dan saat hari raya Iduladha.
“Pemeriksaan fisik awal akan dilakukan mulai 31 Mei, fokus pada umur, kondisi kesehatan, dan cacat fisik. Tim juga akan memantau langsung saat hari H dan H+1 untuk memeriksa organ dalam seperti hati, empedu, dan paru-paru,” terang Mirdayanti.
DP2 Makassar menggandeng sejumlah pihak dalam pelaksanaan pemeriksaan ini, antara lain PDHI, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Unhas, Fakultas Peternakan Unhas, UIN Alauddin, dan Universitas Bosowa. Pemeriksaan difokuskan di lima kecamatan, yaitu Tamalanrea-Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Bontoala, dan Tamalate.
Kepala DP2 Makassar, Evy Aprialti, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan akan didata hewan yang layak dan tidak layak dikurbankan.
Beberapa temuan dari tahun sebelumnya mencakup hewan yang belum cukup umur serta mengalami cacat fisik seperti pincang, robek telinga, atau kondisi kulit yang tidak sehat.
“Pedagang hewan kurban kami imbau untuk jujur menyampaikan kondisi hewan kepada pembeli. Tujuannya agar masyarakat tahu mana yang sesuai kriteria kurban,” ujar Evy.
Ia juga menyarankan masyarakat agar menyembelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH), karena selain lebih higienis, RPH telah dilengkapi dengan juru sembelih halal (Juleha) serta sertifikat halal resmi.
Pemeriksaan hewan ini diharapkan dapat menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat, sekaligus menjaga pelaksanaan ibadah kurban tetap sesuai dengan aturan keagamaan dan kesehatan.














