kabarbursa.com
kabarbursa.com

Musim Durian di Sulsel, Kaya Manfaat tapi Konsumsi Berlebihan Berisiko

Musim Durian di Sulsel, Kaya Manfaat tapi Konsumsi Berlebihan Berisiko
Pedagang Durian (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Sulawesi Selatan mulai memasuki musim durian, dengan puncak panen terjadi pada awal tahun sekitar Februari hingga April, disusul musim berikutnya pada pertengahan tahun, Juni sampai Agustus.

Di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, buah beraroma khas ini mudah ditemui di pinggir jalan hingga lapak musiman, menandai meningkatnya pasokan durian lokal.

Durian dikenal sebagai buah dengan kandungan gizi tinggi dan memiliki beragam manfaat kesehatan. Namun demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat memicu sejumlah efek samping.

Durian memang kaya nutrisi, tetapi karena kandungan kalorinya tinggi, konsumsinya harus dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi tubuh.

Buah tropis bernama latin Durio zibethinus ini mengandung serat, vitamin, dan mineral dalam jumlah signifikan. Dalam satu cangkir atau sekitar 243 gram daging durian, terkandung 357 kilokalori, lemak 13 gram, serat 9 gram, protein 4 gram, serta vitamin C hingga 80 persen dari kebutuhan harian.

Dari sisi manfaat, durian diketahui dapat mendukung kesehatan pencernaan berkat kandungan seratnya yang membantu mencegah sembelit dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh dan serat juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Durian juga mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Zat ini disebut dapat membantu melindungi sel otak, menjaga fungsi kognitif, serta menurunkan risiko penyakit degeneratif pada usia lanjut. Kandungan folat di dalamnya juga bermanfaat bagi ibu hamil untuk mendukung perkembangan sistem saraf janin.

Selama porsinya terkontrol, durian dapat menjadi sumber energi dan nutrisi yang baik. Namun di balik manfaatnya, konsumsi durian secara berlebihan berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung, diare, hingga sakit perut. Kandungan kalori dan lemak yang tinggi juga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak diimbangi pola makan sehat.

Beberapa orang juga dapat mengalami reaksi alergi, seperti gatal-gatal, mual, muntah, hingga iritasi tenggorokan. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi durian secukupnya, terutama bagi penderita penyakit tertentu dan ibu hamil.

error: Content is protected !!