KabarMakassar.com — Kuda pacu asal Kabupaten Jeneponto yang memiliki sebutan The Drago Nagari dijadwalkan mengikuti Turnamen Pacuan Kuda Piala Presiden Ke 56.
The Drogo Nagari bakal adu kecepatan dengan kuda pacu lainnya di gelanggang pacuan kuda Pasuruan, Jawa Timur pada 9 September 2022 mendatang.
Pemilik kuda yang merupakan anggota Polres Jeneponto, Aipda Abd Rasyad mengatakan hanya ada 2 kuda pacu asal Sulsel yang bakal ikut dalam turnamen tersebut.
"Hanya ada dua. Salah satunya adalah The Drago Nagari milik saya sendiri dengan kuda pacu bernama Hypersonic dalam Turnamen Pacuan kuda Piala Presiden ke 56 nanti," ujarnya saat ditemui tim Kabarmakassar.com, Sabtu (01/10).
Sejauh ini, kata dia, The Drago Nagari sudah beberapa kali mengikuti sejumlah turnamen berkelas di tanah air. Bahkan, pada kompetisi lalu kami menyabet juara.
"Selama ini kita sudah mengikuti Empat kompetisi. Diantaranya, menyabet juara 2 di Kejurnas pacuan Kuda Pordasi ke 56 seri 1 Piala Derbi 2022 lalu di Jawa Barat," kata Kanit Resmob Tim Pegasus Polres Jeneponto itu.
Hanya saja, selama The Drago Nagari berlaga di setiap kejuaraan bergengsi, Pemerintah Daerah Jeneponto tak pernah memberikan dukungan.
"Belum ada. Pemerintah belum pernah memberikan dukungan. Baik materi maupun Psikologi. Mestinya kan mereka memberikan dukungan. Dari daerah lain saja mendukung kami, kok Pemerintah sendiri tidak pernah," ucapnya.
Padahal selama ini, The Drago Nagari membawa nama besar Butta Turatea di kancah Nasional sehingga kami perlu perhatian.
"Harusnya begitu, tapi apa?? Dispora dan KONI saja yang harusnya memperhatikan kami tidak pernah memanggil atau paling tidak memberikan fasilitas kepada kami," tutur Pria berambut gondrong itu.
Alhasil, untuk mengikuti event kuda pacu berkelas tersebut, ia harus merogoh koceknya sedalam puluhan juta rupiah.
"Biaya sendiri, hampir Rp40 juta setiap mengikuti kompetisi yang kami ikuti," beber Aipda Rasyad.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah dapat memberikan dukungan penuhnya kepada The Drago Nagari.
"Kami berharap agar Pemkab Jeneponto dapat membantu kami, entah itu fasilitas maupun materi sebab kami sangat memerlukan itu," harap Aipda Rasyad.














