KabarMakassar.com — Gangguan distribusi air bersih masih dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kota Makassar.
Di beberapa titik, air disebut hanya mengalir selama dua hingga tiga jam sebelum kembali mati, memaksa PDAM Makassar mengerahkan mobil tangki dan menyiapkan rekayasa jaringan untuk menormalkan pasokan.
Wilayah yang terdampak antara lain kawasan Kerung-Kerung, sebagian wilayah utara kota, hingga area sekitar Maccini Gusung. Persoalan ini disebut dipicu turunnya debit suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang yang menjadi salah satu sumber distribusi utama.
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan pihaknya telah turun langsung menindaklanjuti keluhan warga untuk memastikan solusi cepat dijalankan.
“Soal keluhan warga, terkadang airnya mengalir dua sampai tiga jam, kemudian mati lagi. Inilah yang akan kami carikan solusi, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” kata Andi Syahrum dalam keterangannya, Senin (25/05).
Sebagai penanganan darurat, PDAM saat ini mendistribusikan air bersih menggunakan armada mobil tangki ke wilayah terdampak. Selain itu, sistem injeksi ke jaringan distribusi pelanggan juga dilakukan agar suplai air tetap tersedia.
Menurut Andi Syahrum, perbaikan jaringan pipa mulai dikerjakan pekan ini untuk memperlancar distribusi, khususnya di kawasan Kerung-Kerung yang selama ini mengandalkan pasokan dari jalur Panaikang.
“Insya Allah minggu ini sudah mulai progres perbaikan pipa agar air bisa lebih lancar. Kita juga akan menyambungkan suplai dari pipa lain yang debit airnya lebih baik,” ujarnya.
PDAM juga menyiapkan opsi penyambungan jaringan dari IPA Macini Sombala menuju wilayah utara Makassar sebagai langkah alternatif memperkuat suplai.
Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, membenarkan penurunan debit dari IPA Panaikang menjadi penyebab utama gangguan distribusi.
“Untuk daerah Kerung-Kerung itu memang ada dampak penurunan debit akibat suplai air dari Panaikang berkurang,” kata Wahidin.
Ia menjelaskan gangguan tidak hanya dirasakan warga Kerung-Kerung, tetapi juga memengaruhi distribusi di sejumlah kawasan utara Makassar. Tim teknis kini memeriksa sistem distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga ikut memengaruhi aliran air ke pelanggan.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, PDAM mengoperasikan dua hingga tiga mobil tangki per hari di beberapa lorong terdampak. Di titik tertentu seperti Lorong 47B dan 47C, jumlah armada bahkan ditambah setelah warga menyampaikan keluhan distribusi yang belum merata.
“Kalau sebelumnya satu mobil, sekarang khusus Lorong 47B kami langsung kirim dua mobil tangki agar kebutuhan warga bisa lebih terpenuhi,” ujar Wahidin.
PDAM memastikan seluruh tim teknis tetap siaga 24 jam untuk merespons laporan warga sambil menunggu penyelesaian perbaikan jaringan dan peningkatan debit air dari sistem produksi utama.















