kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sulsel Tambah Cakupan Layanan Kesehatan Bergerak, Sasar Wilayah Sulit Diakses

Sulsel Tambah Cakupan Layanan Kesehatan Bergerak, Sasar Wilayah Sulit Diakses
Ambulans laut pada layanan kesehatan bergerak Pemprov Sulsel (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan program pelayanan kesehatan bergerak pada 2026 dengan memperluas cakupan ke wilayah pegunungan dan daerah terpencil. Setelah sebelumnya difokuskan di dua kabupaten kepulauan, program ini kini menyasar lebih banyak wilayah yang selama ini sulit dijangkau layanan kesehatan.

Perluasan program itu dilakukan sebagai upaya menekan ketimpangan akses pelayanan kesehatan di Sulsel. Pemerintah provinsi menargetkan masyarakat di wilayah terpencil mendapat layanan yang sama seperti warga di kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, mengatakan program pelayanan kesehatan bergerak telah dijalankan sejak tahun lalu atas arahan Gubernur Sulsel. Program tersebut difokuskan untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.

“Misalkan dengan program pelayanan kesehatan bergerak. Sejak tahun lalu Pak Gubernur sudah memerintahkan kita untuk melaksanakan pelayanan kesehatan bergerak. Nah seperti itu, jadi pelayanan kesehatan bergerak ini adalah melakukan pelayanan-pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang sulit diakses,” ucap Ardadi, Senin (25/05/2026).

Pada pelaksanaan tahun lalu, layanan kesehatan bergerak menyasar dua wilayah kepulauan di Sulsel. Kedua wilayah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) serta Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ardadi menyebut selama pelaksanaan program di dua wilayah itu, ribuan warga telah mendapatkan layanan kesehatan. Cakupan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan program pada tahun ini.

“Untuk tahun lalu itu sudah ada dua kabupaten kepulauan, yaitu kabupaten kepulauan Pangkajene dan kepulauan Selayar. Total kurang lebih 5.000 masyarakat kita layani selama dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak,” sebutnya.

Tahun ini, Dinas Kesehatan Sulsel tengah mempersiapkan peluncuran lanjutan program dengan penambahan lokasi layanan. Sejumlah daerah pegunungan dan wilayah dengan akses terbatas mulai dipetakan untuk menjadi sasaran.

Beberapa daerah yang masuk dalam rencana layanan kesehatan bergerak antara lain Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Bone, Gowa, hingga Jeneponto. Kawasan tersebut dinilai masih menghadapi tantangan akses terhadap fasilitas kesehatan karena kondisi geografis dan jarak tempuh.

“Nah kami tahun ini sementara mempersiapkan mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan kita juga launching untuk tahun ini ada penambahan lokasi yang sebelumnya di dua kabupaten kepulauan, kita nanti akan juga menyisir daerah-daerah di pegunungan, di daerah-daerah yang sulit diakses seperti misalkan di kabupaten Luwu, kabupaten Luwu Utara, kabupaten Bone, kabupaten Gowa, Jeneponto dan daerah-daerah yang telah kita ketahui bersama memiliki kesulitan-kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Menurut Ardadi, tantangan pemerataan layanan kesehatan di Sulsel dipengaruhi kondisi geografis yang sangat beragam. Sulsel memiliki 24 kabupaten/kota dengan karakter wilayah mulai dari perkotaan, pegunungan hingga kepulauan.

Di sejumlah wilayah kepulauan seperti Pangkep dan Selayar, warga bahkan harus menempuh perjalanan laut berjam-jam untuk menjangkau layanan kesehatan. Sementara di kawasan pegunungan, hambatan akses masih dipengaruhi jarak dan infrastruktur.

Pemprov Sulsel berharap kehadiran layanan kesehatan bergerak dapat memperkecil kesenjangan pelayanan kesehatan antardaerah. Program tersebut juga disebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel untuk memastikan tidak ada perbedaan layanan kesehatan antara masyarakat di kota dan di pelosok desa.

“Tentu ini menjadi komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan tidak ada gap, tidak ada perbedaan antara pelayanan kesehatan di kota dengan di desa-desa seperti itu,” pungkasnya.

error: Content is protected !!