kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Disinyalir Ada Diskriminasi, Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Viral di Media Sosial

Disinyalir Ada Diskriminasi, Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Viral di Media Sosial
Cathlyn Yvaeni Lesmana, perwakilan Paskibra Kota Makassar asal SMA Swasta Cerdas Bangsa (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi Sulawesi Selatan dan penjaringan tingkat pusat viral di di media sosial. Perbincangan itu mencuat setelah akun TikTok @orangdalam.update mengunggah video yang menyoroti proses seleksi dan menyebut adanya dugaan kejanggalan pada tahap akhir penentuan peserta.

Dalam unggahan tersebut, akun @orangdalam.update menyinggung nama Cathlyn Yvaeni Lesmana, perwakilan Kota Makassar asal SMA Swasta Cerdas Bangsa. Cathlyn disebut sebelumnya masuk tiga besar dalam tahapan seleksi, namun kemudian tidak masuk dalam daftar peserta yang lanjut ke tingkat nasional.

Akun itu menuliskan bahwa proses seleksi diduga berlangsung tidak transparan. Disebutkan pula adanya perubahan hasil pada tahap akhir yang memicu pertanyaan dari sejumlah pihak.
“Seleksi Paskibraka Sulsel diduga penuh kecurangan, peserta unggulan dianulir sepihak,” tulis akun TikTok @orangdalam.update.

Unggahan itu juga menyoroti mekanisme penentuan akhir yang disebut tidak dilakukan secara terbuka. Dalam narasinya, akun tersebut menyebut pendamping peserta tidak berada di dalam ruangan saat tahapan penentuan berlangsung.

“Bayangkan penentuan akhir yang harusnya transparan menggunakan aplikasi malah dibikin tertutup dan semua pendamping resmi diusir paksa keluar ruangan,” tulis akun tersebut.

Selain itu, akun @orangdalam.update menyinggung adanya tes tambahan berupa bahasa daerah yang disebut tidak tercantum dalam panduan pusat. Narasi tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet.

“Di dalam sana oknum panitia seenaknya bikin aturan gaib pakai tes bahasa daerah yang tidak ada di panduan pusat,” tulis akun tersebut lagi.

Video itu pun ramai dibagikan dan menuai komentar dari warganet. Sebagian meminta adanya penjelasan resmi terkait tahapan seleksi, sementara lainnya berharap seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan dilakukan secara terbuka.

Cathlyn juga disebut dalam unggahan sebagai peserta yang sebelumnya berada di posisi unggulan. Akun tersebut mempertanyakan perubahan hasil akhir dan meminta persoalan itu ditelusuri lebih lanjut.

“Puncaknya peserta unggulan dari Makassar Cathlyn Yvaeni Lesmana yang sudah lolos masuk tiga besar tiba-tiba dianulir sepihak tanpa alasan,” tulis akun @orangdalam.update.

Akun tersebut juga menyinggung dugaan perlakuan yang dinilai tidak adil dalam proses seleksi, dengan menyoroti latar belakang Cathlyn sebagai satu-satunya peserta keturunan Tionghoa dalam tahapan tersebut.

“Publik makin manguk, karena Cathlyn ini satu satunya peserta beretnis thionghoa, Jadi wajar publik curiga ada rasisme terselubung di test bahasa daerah itu,” jelas akun tersebut.

error: Content is protected !!