KabarMakassar.com — Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Makassar kembali berunjuk rasa dengan memblokade jalan di persimpangan empat di bawah Jembatan Layang Fly Over, Makassar, Kamis (15/9).
Ribuan massa aksi tersebut memblokade jalan dengan menutup jalur dari arah Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Andi Pangeran Pettarani.
Aksi tersebut dilakukan memprotes kenaikan harga BBM yang resmi ditetapkan pada 3 September 2022 lalu.
Ribuan massa aksi pun menuntut presiden agar membatalkan kenaikan harga BBM subsidi tersebut.
Sebelumnya ribuan massa aksi tersebut mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebelum akhirnya memblokade jalan di bawah jembatan layang fly over.
Salah satu massa aksi dalam orasinya menyayangkan keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, para pejabat tinggi negara sudah buta akan penderitaan yang dirasakan masyarakatnya sehingga semena-mena dalam mengambil kebijakan.
"77 tahun usia kemerdekaan Indonesia tapi masih banyak masyarakat kita yang menderita. Apakah para pejabat ini buta? Sungguh kejamnya pemerintahan dan pejabat ini," pungkasnya.
Ribuan massa aksi ini membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tolak Kenaikan Harga BBM" sambil menyampaikan orasinya.
Para massa aksi juga membawa keranda mayat yang menyimbolkan matinya hati nurani para pejabat terhadap keadilan untuk masyarakatnya.
Seluruh massa aksi duduk membentuk lingkaran dan menutup jalur akses jalan sehingga terjadi kemacetan.
Para pengendara terpaksa harus memutar naik ke Jembatan Layang Fly Over dari arah Urip Sumoharjo DPRD Sulsel menuju Jalan Andi Pangeran Pettarani.














