KabarMakassar.com — Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Matta Passa Sapada wafat di Tanah Suci Makkah pada Rabu (18/06).
Sekitar pukul 12:00 Waktu Arab Saudi, Matta Passa Sapada menghembuskan nafas terakhir di kamar hotel tempat almarhum menginap usai menjalani serangkaian perawatan kesehatan dan operasi.
Petugas Haji, Hakim Bohari mengatakan bahwa Puang Matta yang bergabung dalam kloter 14 Embarkasi Makassar sempat dirawat selama 3 hari di rumah sakit Madinah, lalu dirujuk ke Rumah Sakit SNH di Makkah selama hampir dua pekan.
Kondisinya sempat stabil, hingga diperbolehkan kembali ke hotel untuk mengikuti rangkaian ibadah puncak.
Namun, setelah sempat melaksanakan wukuf di Arafah pada sore hari, kondisinya menurun drastis. Ia kembali dilarikan ke Rumah Sakit King Faisal, lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Nur untuk penanganan lebih lanjut.
Dokter menyampaikan bahwa kaki kirinya mengalami nekrosis atau jaringan mati yang tidak bisa dipulihkan. Amputasi pun menjadi pilihan medis terakhir.
Usai menjalani amputasi, almarhum kembali ke hotel. Ia memilih menghabiskan sisa hari-hari pascaoperasi bersama rombongannya, dalam suasana spiritual penuh harap. Namun, pada Rabu siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, kondisi almarhum kembali menurun.
Anak dan menantunya yang mendampingi melaporkan kondisinya ke pihak petugas haji. Tak lama kemudian, almarhum dinyatakan meninggal dunia di kamar hotelnya.
“Beliau meninggal di hotel setelah keluar dari rumah sakit. Sebelumnya memang sudah menjalani amputasi karena kondisi medis yang serius,” ungkapnya, Jumat (20/06).
Adapun prosesi doa dan takziyah dilaksanakan bersama jemaah satu kloter tak lama sebelum jenazah dijemput oleh tim pengurusan jenazah resmi Arab Saudi, Syakirah.
“Pemakaman dilakukan di Makkah sesuai ketentuan Kementerian Agama dan pemerintah setempat. Kami sudah antar jenazah ke kantor urusan jenazah. Doa dan takziyah sudah dilaksanakan di hotel,” pungkasnya.














