KabarMakassar.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang diprediksi lebih intens dalam beberapa bulan mendatang.
Ia mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak lengah dan segera menyiapkan langkah antisipasi, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan banjir.
“Drainase harus bersih, saluran air tidak boleh tersumbat, dan strategi penanganan harus disiapkan sejak dini. Jangan tunggu banjir baru bergerak,” tegas Andi Sudirman dalam Rapat Forkopimda Sulsel yang dilakukan via zoom, Rabu (20/08).
Menurutnya, banjir bukan hanya masalah genangan sesaat, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian besar. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, bencana ini bisa merusak infrastruktur, memperlambat perputaran ekonomi, hingga menghambat investasi daerah.
Andi Sudirman mengajak seluruh bupati dan wali kota di Sulsel memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi. Ia menilai, kebijakan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terkoordinasi agar efektif.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Masukan dari daerah sangat penting agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, kesiapan menghadapi banjir harus ditempatkan sebagai isu strategis. Hal itu mengingat perubahan iklim yang semakin ekstrem, di mana curah hujan tinggi kerap datang tidak menentu dan lebih deras dari biasanya.
“Kalau drainase tidak dibersihkan sejak sekarang, maka genangan kecil bisa berubah jadi banjir besar. Kita tidak mau masyarakat jadi korban hanya karena kita terlambat bergerak,” jelasnya.
Selain menginstruksikan pembersihan drainase, Gubernur juga meminta adanya langkah mitigasi berbasis data, termasuk pemetaan wilayah rawan, skenario evakuasi, serta kesiapan logistik di tingkat kabupaten/kota.
Selain pemerintah, Andi Sudirman juga mengingatkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan, kebiasaan membuang sampah sembarangan sering kali menjadi penyebab utama saluran air tersumbat.
“Pemerintah sudah bekerja, tapi partisipasi masyarakat juga penting. Kalau masyarakat sadar menjaga drainase, kita bisa kurangi risiko banjir bersama-sama,” Pungkasnya.














