kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Gubernur Sulsel Apresiasi Bimtek KPK Libatkan Keluarga Pejabat

Gubernur Sulsel Apresiasi Bimtek KPK Libatkan Keluarga Pejabat
Coaching yang dilakukan KPK pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas di lingkup Pemprov Sulsel (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas dengan menyasar keluarga pejabat di lingkungan pemerintah daerah.

Bimtek yang dilaksanan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, pada Selasa (28/04/2026) tersebut dinilai penting sebagai langkah pencegahan korupsi dari lingkup keluarga.

Menurut Andi Sudirman, keberhasilan seorang pejabat tidak terlepas dari peran keluarga yang memberikan dukungan moral dan pengawasan. Karena itu, pelibatan keluarga dalam program edukasi antikorupsi dianggap sebagai pendekatan yang tepat untuk memperkuat integritas pejabat.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi pejabat menjalankan tugasnya secara jujur dan bertanggung jawab. Dukungan keluarga yang kuat diyakini mampu membantu pejabat menjaga komitmen terhadap integritas dalam menjalankan amanah publik.

“Kita tahu kesuksesan seorang pejabat ataupun siapa, ada keluarga yang betul-betul kuat melakukan pendampingan dan mendoakan,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak sedikit kasus korupsi yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga. Kurangnya pemahaman terhadap aturan dan area rawan korupsi disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya pelanggaran.

“Tapi di lain sisi juga ada hal-hal yang perlu juga diantisipasi bahwa tidak sedikit juga keluarga yang bermasalah, biasanya kan ada pengaruh yang kuat dari keluarga yang mempengaruhi hal-hal tertentu, karena terkadang pendidikan ataupun pemahaman terkait masalah area korupsi yang kemudian tidak dipahami secara baik,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan bimtek oleh KPK dinilai efektif karena memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada keluarga pejabat mengenai batasan aturan dan potensi pelanggaran yang sebelumnya dianggap abu-abu.

“Maka bimtek ini sangat baik karena memberikan pemahaman secara aturan regulasi yang mana area-area yang menjadi abu-abu mungkin tadinya dengan keluarga, kemudian menjadi terang benderang bagi mereka,” ujarnya.

Andi Sudirman menambahkan bahwa pendidikan dan edukasi mengenai antikorupsi harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, telah mendorong pejabat daerah untuk aktif mengikuti kegiatan tersebut serta menindaklanjutinya melalui rencana aksi di lingkungan kerja masing-masing.

“Pendidikan adalah edukasi adalah sangat penting. Inilah kesempatan kami membawa serta seluruh pejabat kami, terutama penentu kebijakan, untuk ikut serta berperan dan aktif kemudian nanti akan ada follow up termasuk tadi disampaikan rencana aksi,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa upaya membangun budaya antikorupsi tidak hanya berhenti pada pelatihan semata. Langkah lanjutan seperti publikasi komitmen keluarga antikorupsi dinilai penting untuk memperkuat kesadaran publik.

Dirinya juga menilai metode pembinaan yang dilakukan KPK memberikan dampak positif karena dilakukan secara intensif dan tidak hanya bersifat seremonial. Pendekatan coaching secara langsung dinilai membantu peserta memahami materi secara lebih mendalam.

“Pada intinya kami senang sekali karena mereka semua sudah beberapa hari di Sulawesi Selatan dan ini anti korupsinya bukan cuma diberikan pengarahan lalu langsung ditinggal, tapi betul-betul di-coaching,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat pemahaman pejabat dan keluarga mengenai nilai integritas serta membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan di lingkungan pemerintahan daerah.

error: Content is protected !!