KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Makassar mulai mengarahkan langkah ke sumber air baru sebagai upaya mengatasi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sungai Moncongloe kini disiapkan sebagai alternatif untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih di kota tersebut.
Plt Direktur Utama Andi Syahrum Makkuradde mengakui, selama ini kebutuhan air baku Makassar masih bergantung pada wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Kondisi itu membuat distribusi air rentan terganggu ketika terjadi penurunan debit atau masalah teknis di sumber utama.
“Karena tidak memiliki sumber air sendiri, kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya, Selasa (21/04).
Salah satu sumber utama, Bendung Lekopancing, kini mengalami tekanan berat. Selain kebocoran pada saluran terbuka, debit air juga menurun drastis, terutama saat musim kemarau. Akibatnya, suplai ke instalasi pengolahan air tidak lagi maksimal.
“Permasalahan utama terjadi pada saluran yang banyak bocor, baik karena usia maupun aktivitas masyarakat,” jelas Syahrum.
Dampaknya mulai terasa di wilayah utara Makassar. Sekitar 68 ribu pelanggan yang dilayani IPA Panaikang mengalami gangguan, khususnya di kawasan pinggiran jaringan. Penurunan debit yang kini hanya berkisar 700 liter per detik jauh dari kondisi normal membuat tekanan air tidak stabil.
Sebagai langkah cepat, PDAM mengoptimalkan suplai tambahan dari Sungai Jeneberang melalui intake Malengkeri. Namun tambahan itu dinilai belum mampu menutup kekurangan secara keseluruhan.
“Suplai tambahan masih terbatas, belum bisa mengimbangi kebutuhan yang ada,” katanya.
Di sisi lain, PDAM juga melakukan berbagai langkah darurat seperti pemasangan pompa tambahan, pengoperasian booster, hingga distribusi air menggunakan mobil tangki untuk wilayah terdampak.
Sementara itu, Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air, Wahidin, menyebut persoalan tekanan jaringan menjadi tantangan tersendiri. Sistem distribusi yang masih mengandalkan gravitasi dinilai belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
“Kalau debit turun di bawah ambang tertentu, wilayah ujung jaringan pasti terdampak,” ungkapnya.
Untuk jangka menengah, PDAM menargetkan peningkatan suplai hingga 900 liter per detik melalui penguatan jaringan dan tambahan pompa. Sementara itu, pengembangan intake baru dan pemanfaatan sumber air alternatif seperti Moncongloe terus didorong.
“Ini bagian dari upaya kita mencari sumber baru agar tidak terus bergantung pada air di Lekopancing,” tukas Wahidin.














