kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Dibuka Melemah, Sentimen MSCI dan Geopolitik Tekan Pasar

IHSG Dibuka Melemah, Sentimen MSCI dan Geopolitik Tekan Pasar
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (22/04).

Tercatat, indeks kehilangan 31,03 poin atau setara dengan menurun 0,41 persen ke posisi 7.528 pada pukul 10.01 WITA.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 4,94 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp1,8 triliun.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada 324.445 kali, dimana ada saham yang menguat sebanyak 336, saham yang melemah sebanyak 194 serta saham yang berada dalam posisi stagnan yakni 188.

BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, jika pengumuman dari MSCI mendorong pelemahan.

Pengumuman dari MSCI sendiri mengungkap masih akan membekukan rebalancing indeks terhadap periode Mei 2026. Walau status pasar masih dipertahankan serta tidak turun ke frontier market.

Saat ini pasar berfokus terhadap perkembangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

Dimana saat ini, konflik global itu telah memasuki masa akhir dari gencatan senjata.

Selain itu, pasar juga mencermati tentang keputusan RDG Bank Indonesia yang diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga pada level 4,75 persen.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Rabu (22/04), yaitu:

Phillip Sekuritas

PANI dan TUGU

MNC Sekuritas
BRPT, CDIA, PTRO dan RATU

CGS International Sekuritas

EMAS, CDIA, PTRO, GOTO, DSNG dan BBTN

BRI Danareksa Sekuritas

HUMI, RATU dan BNBR

Mirae Asset Sekuritas

AMMN, CUAN dan ENRG

BNI Sekuritas

BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA dan BRMS

Phintraco Sekuritas

BMRI, PANI, PTRO, SSIA dan ACES

Panin Sekuritas

INDY, BBTN dan MIKA

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!