kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DVI Polri: Ketepatan Jadi Prioritas Utama Identifikasi Korban Pesawat

DVI Polri: Ketepatan Jadi Prioritas Utama Identifikasi Korban Pesawat
Konferensi Pers DVI Polda Sulsel. (Dok: Dwiki KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan proses identifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat dilakukan dengan mengedepankan prinsip ketepatan, bukan kecepatan.

Hal itu ditegaskan Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Nyoman Eddy, saat memantau langsung proses pemeriksaan jenazah korban di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Selasa malam (20/1).

Nyoman menyampaikan, satu jenazah yang telah diterima tim DVI saat ini masih menjalani rangkaian pemeriksaan forensik sesuai standar internasional. Ia menegaskan, proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut kepastian identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Yang kami prioritaskan adalah ketepatan. Kami tidak boleh salah mengembalikan jenazah kepada keluarga, sehingga seluruh tahapan harus dilakukan secara cermat,” ujar Nyoman.

Dalam proses tersebut, Mabes Polri menurunkan tim asistensi untuk memperkuat DVI Polda Sulsel. Tim ini terdiri dari dokter spesialis forensik, dokter gigi forensik, serta personel ahli pengambilan sampel DNA yang bekerja bersama tim lokal sejak jenazah tiba di ruang post mortem.

Nyoman menjelaskan, metode identifikasi yang digunakan mengacu pada standar DVI internasional dengan mengombinasikan data post mortem dan ante mortem. Data ante mortem sebelumnya telah dikumpulkan dari pihak keluarga korban, sementara data post mortem diperoleh melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah.

“Data ante mortem sudah kami kumpulkan sebelumnya. Saat ini kami fokus pada pemeriksaan post mortem, kemudian dilakukan rekonsiliasi dan pencocokan data. Jika sudah cocok, barulah identitas dapat kami pastikan dan diumumkan secara resmi,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa waktu identifikasi tidak bisa ditentukan secara pasti karena bergantung pada kondisi jenazah dan kelengkapan data pendukung. Menurutnya, kehati-hatian menjadi kunci utama agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses identifikasi.

Terkait kesiapan fasilitas, Nyoman memastikan Biddokkes Polda Sulsel memiliki sarana yang memadai untuk mendukung proses tersebut. Ruang pemeriksaan, meja forensik, hingga kontainer pendingin dinilai cukup untuk menangani jenazah korban yang dievakuasi secara bertahap dari lokasi kejadian.

“Fasilitas di sini cukup baik dan siap digunakan. Sumber daya manusia juga kompeten, sehingga kami optimistis proses identifikasi dapat berjalan sesuai prosedur,” ucapnya.

Nyoman menambahkan, setelah proses forensik dan identifikasi selesai, penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh tim DVI setempat. Mabes Polri, kata dia, akan terus memberikan asistensi hingga seluruh tahapan penanganan korban selesai.

“Kami akan pastikan setiap jenazah ditangani dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” tutup Nyoman.

error: Content is protected !!