KabarMakassar.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan mulai melakukan proses pemeriksaan dan identifikasi terhadap satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat yang telah diterima dari Tim SAR gabungan.
Jenazah tersebut tiba di Biddokkes Polda Sulsel pada Selasa malam dan langsung dibawa ke ruang post mortem untuk pemeriksaan awal.
Pantauan di lokasi menunjukkan, jenazah diantar menggunakan ambulans milik TNI Angkatan Darat dan tiba di kawasan Jalan Kumala sekitar pukul 22.28 WITA pada Selasa (20/1).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan satu kantong jenazah tersebut diserahkan oleh Basarnas kepada tim DVI di Posko Tompobulu sebelum dibawa ke Makassar untuk dilakukan identifikasi.
“Tim DVI Polda Sulawesi Selatan telah menerima satu kantong mayat dari Basarnas. Serah terima dilakukan di Posko Tompobulu dan saat ini jenazah sudah berada di Biddokkes untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Didik dalam keterangannya.
Didik menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan identitas korban secara resmi. Pemeriksaan masih berlangsung dan membutuhkan kecocokan data secara menyeluruh sebelum hasilnya dapat diumumkan kepada publik.
“Identitas belum bisa kami sampaikan. Secara fisik jenazah berjenis kelamin perempuan, namun karena terdapat lebih dari satu korban perempuan, maka identifikasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kami menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, ketepatan menjadi hal utama dalam proses DVI agar tidak terjadi kekeliruan saat penyerahan jenazah kepada keluarga.
Saat ditanya mengenai kondisi jenazah, Didik memilih tidak merinci lebih jauh. Ia menyebut informasi tersebut bersifat sensitif dan menjadi hak keluarga korban.
“Mengenai kondisi jenazah, saya kira tidak perlu saya sampaikan secara detail. Yang mengetahui cukup pihak keluarga,” katanya singkat.
Lebih lanjut, Didik menyampaikan bahwa seluruh tahapan identifikasi mengikuti standar yang telah ditetapkan dalam penanganan korban bencana maupun kecelakaan massal. Tim DVI akan mencocokkan data post mortem dengan data antem mortem yang telah dikumpulkan sebelumnya.
“Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian. Kami mohon kepada masyarakat untuk bersabar dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim yang bekerja,” ujarnya.
Polda Sulsel memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah proses identifikasi rampung dan identitas korban dapat dipastikan secara akurat. Hingga saat ini, tim DVI masih terus bekerja di Biddokkes Polda Sulsel untuk menyelesaikan tahapan pemeriksaan.














