kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DPRD Minta Aparat Bongkar Akar Masalah Perang Kelompok di Makassar

DPRD Minta Aparat Bongkar Akar Masalah Perang Kelompok di Makassar
Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, Andi Tenri Uji (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Konflik antarkelompok yang kembali meledak di beberapa titik Kota Makassar memantik perhatian serius dari Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, Andi Tenri Uji.

Ia menilai fenomena yang terus berulang ini tidak lagi bisa dianggap sebagai insiden biasa, melainkan ancaman nyata terhadap rasa aman masyarakat kota.

Menurutnya, eskalasi kekerasan jalanan yang menimbulkan korban luka hingga pembakaran rumah warga tak bersalah telah menimbulkan trauma kolektif.

“Kita tidak ingin lagi ada orang yang tidak tahu apa-apa justru menjadi korban. Ini harus dihentikan, Makassar harus kembali aman dan ramah bagi keluarga maupun lingkungan kita,” tegas Andi Tenri melalui akun Instagram story miliknya, Rabu (24/09).

Andi Tenri menilai aparat dan pemerintah kota belum menyentuh akar masalah konflik jalanan. Selama ini, penanganan hanya sebatas meredam dampak, tanpa strategi pencegahan jangka panjang.

“Kalau hanya padamkan api setiap kali terjadi bentrokan, masalah tidak akan pernah selesai. Akar konfliknya harus ditelusuri. Kenapa anak muda lebih memilih jalan kekerasan ketimbang ruang positif?” tanyanya.

Ia menegaskan DPRD akan mendorong koordinasi lebih erat antara pemerintah kota, kepolisian, dan tokoh masyarakat agar pola konflik ini bisa diputus sejak dini.

Dalam kesempatan itu, Andi Tenri juga menyinggung fenomena geng motor yang dinilai memperburuk keresahan publik. Aktivitas mereka, dari balapan liar hingga terlibat tawuran, disebut ikut menyuburkan iklim kekerasan di kota.

“Kita harus tegas menertibkan geng motor yang meresahkan, tetapi jangan hanya sebatas menangkap. Ajak juga mereka masuk ke kegiatan positif agar energi besar itu tidak disalurkan ke hal-hal yang merugikan,” tambahnya.

Meski melayangkan kritik, Andi Tenri tetap mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turun langsung ke lokasi pascaperang kelompok. Menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Namun ia mengingatkan, penanganan tidak boleh berhenti di pemulihan dampak. “Langkah cepat Pak Wali patut diapresiasi. Tapi tentu kita berharap ada tindakan berkelanjutan yang bisa menutup peluang terulangnya perang kelompok di masa depan,” ujarnya.

Andi Tenri menegaskan, perang kelompok yang terus berulang bukan hanya merugikan korban langsung, tetapi juga mencoreng wajah Makassar sebagai kota perdagangan dan pendidikan di Indonesia Timur.

“Kalau konflik ini dibiarkan, bukan hanya warga yang menderita, tapi citra kota ikut jatuh. Investasi dan pariwisata juga bisa terganggu,” tandasnya.

DPRD Makassar menegaskan pihaknya akan mendorong agar program pencegahan konflik dijadikan agenda prioritas. Tidak hanya dengan razia aparat, tetapi juga melalui rekayasa sosial seperti program kewirausahaan pemuda, ruang kreatif, hingga forum mediasi di tingkat komunitas.

“Perang kelompok bukan sekadar masalah kriminal, tapi masalah sosial yang perlu pendekatan komprehensif. Aparat, pemerintah, dan masyarakat harus bergandengan tangan untuk menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Andi Tenri.

error: Content is protected !!