KabarMakassar.com — Doa lintas agama digelar menjelang malam pergantian tahun baru 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pada Rabu (31/12) malam.
Kegiatan tersebut diposisikan sebagai rangkaian manajemen kamtibmas, sekaligus bentuk solidaritas terhadap para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Doa bersama berlangsung di Aula Mappaoddang Polrestabes Makassar dan dihadiri tokoh lintas agama serta unsur pimpinan daerah dan aparat penegak hukum. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengamanan malam tahun baru sebelum dilakukan pemantauan situasi dan pelaporan kondisi keamanan kepada pimpinan pusat.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin menjelaskan bahwa doa lintas agama tersebut digelar sebelum pelaksanaan video conference pemantauan situasi kamtibmas malam Tahun Baru yang dipimpin Kapolri bersama seluruh jajaran Polda se-Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan yang mengedepankan pendekatan preventif dan stabilitas sosial.
Sebelum doa bersama, rombongan pimpinan daerah dan aparat penegak hukum melakukan pemantauan Pos Pengamanan Operasi Lilin 2025 di kawasan depan Pelabuhan Makassar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta pola pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas menjelang pergantian tahun.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu 31 Desember, saat intensitas mobilitas dan aktivitas publik meningkat. Aparat menilai bahwa pengendalian kamtibmas tidak hanya bergantung pada kekuatan pengamanan di lapangan, tetapi juga pada upaya menjaga ketenangan sosial dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Doa lintas agama dipandang sebagai bagian dari pendekatan sosial dalam pengamanan, terutama untuk memperkuat pesan kebersamaan dan empati terhadap korban bencana alam. Pendekatan ini diharapkan dapat menekan potensi gangguan keamanan yang kerap muncul pada momentum perayaan besar seperti malam tahun baru.
Selain sebagai wujud solidaritas kemanusiaan, kegiatan tersebut juga menjadi penanda kesiapan aparat dan pemerintah daerah dalam mengawal perayaan malam tahun baru agar berlangsung tertib dan terkendali. Aparat memastikan bahwa seluruh rangkaian pengamanan dilaksanakan secara berlapis, mulai dari pemantauan pos, pengendalian keramaian, hingga pelaporan situasi secara real time kepada pimpinan pusat.
Dengan rangkaian pengamanan dan pendekatan preventif tersebut, aparat berharap situasi keamanan di Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan secara umum tetap terjaga hingga seluruh perayaan tahun baru berakhir.














