kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dinkes Makassar Usulkan Tambahan PKM Layanan HIV/AIDS, Kasus Baru Terus Muncul

Dinkes Makassar Usulkan Tambahan PKM Layanan HIV/AIDS, Kasus Baru Terus Muncul
Puskesmas Makkasau Kota Makassar Provinsi Sulsel, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaida Sirajuddin, menegaskan perlunya penambahan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) untuk layanan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Usulan ini muncul setelah hasil skrining menunjukkan sebaran kasus tidak lagi terpusat, melainkan mulai muncul di banyak kecamatan.

“NGO (AHF) kemarin hadir untuk mendukung Kota Makassar dengan menambah satu layanan baru. Kami mengusulkan dua, yaitu PKM Andalas dan PKM Andi Makasau. Mudah-mudahan keduanya bisa didukung, tapi kalau hanya satu, kami belum tahu yang dipilih yang mana,” ungkap Nursaida, Minggu (28/09).

Saat ini, hanya tiga PKM yang aktif melayani penderita HIV/AIDS, yakni PKM Kassi-Kassi, Ujung Pandang Baru, dan Bongaya. Tiga layanan ini beroperasi dengan bantuan dana dari AIDS Healthcare Foundation (AHF) yang sejak 2021 menanggung pembiayaan obat, bahan habis pakai (BHP), hingga pendampingan pasien.

Data Dinkes memperlihatkan upaya skrining dilakukan secara masif dengan target sekitar 25 ribu orang setiap tahun. Pada 2023, ditemukan 1.015 kasus positif HIV. Angka ini menurun pada 2024 menjadi 925 kasus. Sementara pada paruh pertama 2025, dari Januari hingga Juni, sudah tercatat 454 kasus.

Menurut Nursaida, angka tersebut tidak bisa semata-mata dimaknai sebagai kegagalan, sebab tren penurunan kasus tetap terlihat meski jumlah pemeriksaan tidak berkurang.

“Semakin luas cakupan skrining, semakin besar peluang menemukan kasus. Tapi kalau skrining tetap tinggi dan kasus yang muncul menurun, itu artinya pengendalian berjalan baik,” ujarnya.

Meski begitu, tantangan masih besar. Kategori Lelaki Sama Lelaki (LSL) menjadi kelompok paling tinggi dalam penyebaran kasus HIV di Makassar. Dinkes pun menggencarkan edukasi dan kampanye pencegahan sebagai langkah pengendalian.

“Kami betul-betul berupaya mengedukasi masyarakat terkait bahaya HIV dan dampaknya,” tegasnya.

Target Dinkes hingga akhir 2025 adalah menjaga jumlah skrining tetap setara dengan capaian tahun sebelumnya agar tren penurunan kasus semakin jelas terlihat.

“Tentu juga dengan dukungan dari NGO dan perluasan titik layanan dianggap krusial untuk menjangkau pasien di wilayah yang selama ini belum terlayani, jadi kami memang sangat terbantukan dengan dukungan NGO, harapannya ya kolaborasi semakin lebih baik lagi, dan menjangkau lebih banyak titik di Makassar,” pungkasnya.

error: Content is protected !!