KabarMakassar.com — Pemilik warung pengolahan ikan di TPI Beba, Mami mengungkapkan terjadi penurunan pelanggan sekitar sebulan terakhir.
Ia mengaku hal tersebut memberi dampak pengurangan harga pada layanan yang mereka berikan.
Sebelumnya, apabila dihitung per orang maka biaya seperti mengolah ikan beserta nasi dapat dibanderol hingga Rp30.000. Namun, saat ini dipangkas menjadi Rp25.000.
“Kalau tidak begitu, tidak ada yang mau singgah. Karena sudah sepi, baru biasa mereka saling menghubungi kalau sudah dari sini untuk bandingkan harganya,” ucapnya pada Sabtu (21/06).
Mami mengaku selain menurunkan harga ia juga memperhatikan agar pengunjung dapat puas dengan makanan yang disajikan.
“Jadi langsung kita olah kalau sudah ada ikan yang mereka beli. Kita bakar, pastikan itu ikan bagus dibakarnya. Kalau misalkan ada mau tambah kayak sambal dabu-dabu juga kami buatkan lagi tidak tambah biayanya,” imbuhnya.
Pengunjung, kata Mami, biasanya ramai mulai dari pagi hari. Namun, saat ini bahkan saat siang hanya bisa dihitung jari.
Ia berharap daya beli masyarakat dapat kembali seperti biasa, agar pergerakan ekonomi di TPI Beba bisa berjalan dengan baik.
Terlebih harga hasil laut di TPI Beba terbilang murah dengan ukuran yang cukup besar.
“Itu juga saya lihat ada biasa diberikan bonus saat beli ikan, cuma mau beli dua, ditambah lagi ikannya satu,” pungkasnya.














