kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Cerita Cici, Jemaah Kloter 36 UPG Tukang Bubur Naik Haji

Cerita Cici, Jemaah Kloter 36 UPG Tukang Bubur Naik Haji
Suci Novikana. Jemaah haji kloter 36. Dok. Ist

KabarMakassar.com — Seorang jemaah haji asal Pomala Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, Suci Novikana akrab disapa “Cici” disebut sebagai kisah nyata serial film “Tukang Bubur Naik Haji”.

Suci Novikana penjual bubur ayam yang dikenal warga sekitar lewat usaha “AR60 Bubur”, berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji bersama ibunya, Siti Nurbaja tergabung di Kloter 36 Embarkasi Makassar (UPG).

Cici yang beralamat di Perumahan Momahe, Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, mengaku memulai usahanya pada tahun 2018, berkeliling dengan mobil untuk menjajakan satu jenis bubur. Ketekunannya membuahkan hasil. Kini ia memiliki kedai sendiri.

“Awalnya saya hanya jual satu macam bubur. Sekarang alhamdulillah sudah ada tempat sendiri, buka dari subuh sampai jam sebelas siang,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (06/07)

Usaha bubur itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga setelah suaminya memutuskan berhenti dari pekerjaannya di sebuah apotek dan ikut membantu usaha rumahan mereka. Niat untuk menunaikan ibadah haji muncul dari kebiasaan orang sekitar yang kerap menggoda dirinya.

“Sering dibilang, ‘tidak lama mi itu naik haji, karena jual bubur’,” kata Cici

Ternyata ucapan itu menjadi doa. Di akhir tahun 2018, ia mulai menyisihkan Rp2,5 juta setiap bulan khusus untuk ongkos haji. Dalam waktu tak terlalu lama, tabungan pun cukup untuk mendaftar.

Cici berharap sekembalinya dari Baitullah, ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan usahanya semakin berkah. Ia ingin kisah hidupnya memberi inspirasi bagi para pejuang ekonomi kecil di seluruh penjuru negeri.

Hari ini Cici dan ibunda bertolak dari Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah dan diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Senin (07/07) besok.

“Setiap moment di tanah suci menurut saya sangat berharga dan berberkah, terlebih keberangkatan saya tahun ini ke Tanah suci boleh dibilang atas “berkah dan hadiah” dari Ibunda saya, maka setiap moment yang kami lalui berdua itu patut disyukuri, mungkin inilah salah satu cara Allah SWT agar saya bisa membantu dan berbakti lebih kepada orangtua yang memang secara fisik mengalami keterbatasan, sementara ibadah haji merupakan ibadah fisik yang sebagian besar prosesnya butuh stamina yang prima,” pungkasnya

error: Content is protected !!