KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan Sistem Informasi Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura atau SI SEBAR pada apel siaga menghadapi musim tanam. Itu dilakukan untuk mengatasi permasalahan benih yang ada di Sulsel.
Aplikasi ini dihadirkan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel. Peluncuran dilakukan di instalasi kebun benih hortikultura Sudiang, pada Rabu (25/09).
Pada UPT Balai Sertifikasi Mutu Benih, dalam proses permohonan sertifikasi benih tanaman, para produsen benih harus mengirimkan permohonan secara konvensional. Mereka juga kesulitan untuk melacak status permohonan, para pemohon juga harus datang langsung ke kantor UPT untuk mencetak berkas verifikasi. Hal ini dinilai tidak efisien karena menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
Atas dasar itulah Kepala Bidang Serta Kepala UPT Sertifikasi Mutu Benih, Syamsibar menghadirkan inovasi pertanian. Aplikasi tersebut dapat diakses di alamat sisebar.sulselprov.go.id.
Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Imran Jausi menilai SI SEBAR merupakan inovasi yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat Sulsel.
“Aplikasi SI SEBAR memberi manfaat untuk percepatan layanan sertifikasi benih, sehingga kebutuhan masyarakat akan benih-benih bermutu dapat terpenuhi tepat waktu,” tukasnya.
Setelah penerapan SI SEBAR di UPT Balai Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BSMBTPH) dilakukan manfaat signifikan yang dirasakan oleh produsen benih adalah pada proses permohonan sertifikasi benih tanaman.
Pengajuan permohonan dapat dilakukan secara langsung melalui SI SEBAR tanpa hambatan waktu serta biaya pengiriman. Produsen benih juga dapat melacak status permohonan mereka, meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh UPT BSMBTPH menjadi lebih transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
Para pemohon dapat mencetak berkas verifikasi langsung di daerah mereka tanpa harus datang ke kantor UPT Balai Sertifikasi, sehingga menghemat waktu dan tenaga yang berharga.
Transformasi ini tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih maju dan efisien dalam dunia pertanian. Dengan adanya sistem ini, produsen benih dan pemohon dapat merasakan dampak positif secara langsung.
Sebelumnya diberikan, platform digital bernama SEJATI atau Sistem Evaluasi Jembatan Alsintan Teknologi menjadi satu inovasi terbaru dalam memonitoring alat dan mesin pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel). Platform ini juga diluncurkan oleh Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas TPHBun Sulsel, Mario Mega menjelaskan SEJATI merupakan platform digital yang memang dirancang untuk memodernisasi cara memantau dan mengevaluasi penggunaan alsintan di Sulsel. Aplikasi SEJATI sendiri dapat diakses masyarakat di sejati.sulselprov.go.id.
“Dengan teknologi ini, pengumpulan data menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan, memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif,” tuturnya.














