kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Archy Research Strategic Sebut Waspada Wajah Baru di Pilwali Makassar

Archy Research Strategic Sebut Waspada Wajah Baru di Pilwali Makassar
Chief Operating Officer (COO), Archy Research and Strategic, Muh Fitriady memaparkan hasil Survei Pemilihan Walikota Makassar di kantor Archy Research and Strategic di kantornya, Rabu (19/6). DOK IST

KabarMakassar.com — Kurang lebih dua bulan kedepan, pendaftaran ke Komisi pemilihan Umum (KPU) Makassar segera dimulai dalam kontestasi Pilkada serentak 2024 yang dihelat 27 Nopember mendatang.

Dimana beberapa wajah baru atau pendatang baru hampir dipastikan akan meramaikan Pemilihan Walikota Makassar pada November nanti, sehingga pendatang baru perlu diwaspadai.

Chief Operating Officer (COO), Archy Research and Strategic, Muh Fitriady menyebutkan, jika dirinya telah melakukan survei pada 4-14 Juli kemarin.

Dimana ada sekitar tiga pendatang baru hampir dipastikan meramaikan pesta Demokrasi di Pilwali Makassar 2024 dan ketiganya perlu diwaspadai kandidat yang sudah punya pengalaman bertarung di Pilwali 2020 lalu.

Dalam survei tersebut dia mengumpulkan data dari 1.692 responden yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar, dengan penyebaran proporsional di berbagai kalangan masyarakat.

Survei ini memiliki Margin of Error sebesar 2,38% dan Confidence Interval sebesar 95%, yang menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap hasil yang diperoleh.

Metodologi survei dilakukan secara ketat untuk memastikan akurasi dan representativitas data yang dikumpulkan.

“Ada tiga pendatang baru yang perlu diwaspadai oleh pemain lama, Adi Rasyid Ali, Andi Seto dan Ahmad Susanto,” kata Muh Fitriady dalam rilis surveinya di kantor Archy Research and Strategic di kantornya, Rabu (19/6).

Dirinya menyebutkan ketiganya saat ini lebih internal melakukan sosialisasi dengan melakukan door to door ke masyarakat. Seperti Ara sapaan Adi Rasyid Ali yang baru mengikuti kontestasi Pilwali Makassar setelah menjadi wakil rakyat kurang lebih 15 tahun.

“Kami memilihat Ara, Seto dan Ahmad Susanto skarang dia sudah jalan baik turun ke lapangan maupun melalui media sosial,” ujarnya.

Sementara pendatang lama, seperti Munafri Arifuddin sudah gagal menjadi menjadi orang nomor satu di Kota Daeng ini sudah dua kali mengikuti kontestasi politik. Begitu juga Rusdi Abdullah yang pernah bertarung Pilwali Makassar 2013 lalu dan Rahman Bando mendampingi Appi pada Pilwakot 2020.

“Pergerakan pemain lama terbaca seperti Pilwakot sebelumnya,” ucapnya. Namun kata dia, masyarakat yang belum menjawab dan tidak mau menjawab masih tinggi, hingga 37.30 persen dan ini masih kemungkinan berubah satu maupun dua pekan kedepan.

“Pemain lama dan pemain baru masih dibawa angka (tidak menjawab), kekuatan menaikan popularitas jangan bandingkan 10 tahun lalu, tapi dengan adanya media sosial bisa mengangkat popularitas dengan memanfaatkan media sosial, walau pemain lama memainkan juga,” bebernya.

“Pemain lama, kalau memakai gaya lama bisa ketinggalan, karena Pemilih di Makassar setengahnya pemilih milenial dan generasi Z,” jelasnya.

Prediksi Nurani Strategic

Sementara itu, Lembaga Riset dan Konsultan Politik, Nurani Strategic Consulting, mengeluarkan prediksi mengenai komposisi dan peta pasangan calon jelang Pilwali Makassar, 27 November 2024.

Dimana Lembaga yang berbasis di Makassar ini menyebut komposisi paslon memungkinkan tiga paslon dan maksimal empat paslon.

“Paling banyak empat paslon dan mungkin hanya tiga paslon. Jika melihat pola pendekatan masing-masing kandidat, maka sudah bisa terlihat kemungkinan pola pasangan yang akan ke KPU, akhir Agustus ini,” kata Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. Nurmal Idrus kepada kabarmakassar.com.

Menurutnya, akan ada tiga atau empat partai yang akan menjadi pemimpin koalisi.

“Nasdem dengan koalisinya, Golkar, Gerindra dan PDIP dengan koalisinya.

Perolehan kursi yang merata di DPRD Makassar membuat dukungan terpolarisasi karena meski hanya dua partai yang bergabung bisa menciptakan pasangan calon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurmal menyebut sejumlah nama kandidat yang bakal dijagokan koalisi itu.

” Nasdem lebih condong dengan Rusdin Abdullah dengan kemungkinan pasangan Irwan Adnan yang akan membawa PAN. Seto Asapa dari Gerindra kemungkinan berkoalisi dengan PKB dan mendapatkan Azhar Arsyad sebagai wakil. Lalu ada Munafri Arifuddin dari Golkar yang kemungkinan akan mengambil Indira yang dicalonkan PDIP,” jelasnya.

Namun, Nurmal memberi catatan, jika kemudian Munafri tak mengambil Indira karena istri walikota Makassar ini memilih maju sebagai Calon Walikota, maka kemungkinan akan ada tambahan komposisi calon.

“Indira sebagai 01 dengan pilihan wakil walikota yaitu Rahman Pina, Rahman Bando atau Amri Rasyid,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua KONI Kota Makassar, Sulsel, Ahmad Susanto menambah daftar bakal calon wali kota Makassar saat mendaftar di DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Senin (3/6).

Salah satu figur potensial di Makassar ini menjadi kandidat ke 10 dalam merebut partai yang meraih lima kursi di DPRD Makassar hasil Pemilu 2024.

Ahmad Susanto diwakili Liaison Officer (LO), Yusran, mengambil formulir diterima oleh Ketua Desk Pilkada DPC PKB Makassar, Sikki Rudding, Sekretaris Desk Pilkada, Ade Enaz Mappajanci, Sekretaris DPC PKB Makassar, Andi Makmur Burhanuddin.

Yusran mengatakan, Ahmad Susanto akan mengikuti seluruh tahapan dan proses yang diatur di PKB menuju Pilkada Makassar 2024 ini.

Termasuk kata Yusran, akan mengembalikan formulir dalam waktu dekat sebagai komitmen keseriusan Ahmad Susanto.

“Pengembalian Insyaallah secepatnya setelah kami rampungkan semua proses pengisian data bakal calon wali kota Bapak Ahmad Susanto pada website yang diberikan oleh PKB,” kata Yusran.

Sama seperti kandidat lainnya yang melamar di PKB, Ahmad Susanto optimis bisa masuk dalam perhitungan partai besutan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk direkomendasikan.

“Harapannya, semoga PKB dan bakal calon Wali Kota (Makassar) kami yakni Bapak Ahmad Susanto dapat bersama sama, bergerak bersama, berkolaborasi di Pilwali Kota Makassar,” ucapnya.

Sikki Rudding menjelaskan bahwa sudah ada 10 calon mendaftar diantaranya, Munafri Arifuddin, Abdul Rahman Bando, Indira Yusuf Ismail, Andi Seto Asapa, Nasrun, Adi Rasyid Ali, Amri Arsyid, Irwan Adnan, Najmuddin dan Ahmad Susanto. Dari 10, kandidat yang mengembalikan formulir dan mengikuti UKK di DPP PKB di Jakarta seperti Abdul Rahman Bando, Andi Seto Asapa, Munafri Arifuddin dan Indira Jusuf Ismail.

Sementara Najmuddin sudah mengembalikan formulir tetapi masih ada persyaratan masih proses melengkapi.

“Desk pilkada Makassar terbuka bagi siapa saja kandidat, putra putri terbaik yang ingin bersama-sama berjuang untuk ummat,” kata Sikki Rudding.

Sementara Sekretaris DPC PKB, Andi Makmur Burhanuddin menambahkan agar kandidat untuk mengembalikan formulir untuk dijadwalkan proses UKK.

Selanjutnya, kata Anggota DPRD Makassar terpilih ini, akan dilakukan survei dengan menggandeng lembaga survei yang kredibel untuk memotret para kandidat. Survei ini bagian fasilitas bagi para kandidat untuk memahami permasalahan dan melihat bagaimana mereka mengatasi tantangan kota Makassar.

“Kami berharap agar di PKB semuanya berjalan dengan baik. Makassar, sebagai tempat kelahiran dan kota besar, pasti memiliki keinginan untuk memperbaiki lebih baik lagi kedepannya,” tutupnya.

Diketahui hampir semua figur yang mencuat untuk maju di Pilkada Makassar mendaftar di PKB Makassar. Saat ini PKB Makassar meraih kursi signifikan yakni 5 kursi dari sebelumnya hanya 1.

Masih ada nama lainnya yang digadang masuk bursa Pilkada Makassar seperti Rahman Pina dan Rusdin Abdullah atau Rudal. Meski demikian, keduanya belum mengambil formulir di DPC PKB Makassar yang berkantor di Jl Hertasning Makassar.

error: Content is protected !!