kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

BMKG Ungkap Penyebab Makassar Hujan Ditengah El Nino

BMKG Ungkap Penyebab Makassar Hujan Ditengah El Nino
Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Fenomena hujan yang muncul di tengah musim kemarau di Makassar beberapa hari terakhir bukan karena masuk musim hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV, mengungkapkan dinamika atmosfer berupa gelombang Rossby disebut menjadi pemicu utama anomali cuaca yang kini dirasakan masyarakat.

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa hujan ringan yang terjadi belakangan ini bukan fenomena biasa dalam periode kemarau.

“Hujan-hujan ringan saat ini disebabkan adanya pengaruh gelombang Rossby, di tengah kondisi klimatologi kita yang sedang memasuki El Nino,” ujarnya, usai Apel Kesiapsiagaan di Kantor BPBD Kota Makassar, Rabu (29/04).

Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi dua faktor sekaligus, yakni dinamika atmosfer harian dan pola iklim global. Kombinasi ini memicu gangguan pada pola cuaca normal.

“Secara dinamis, gelombang Rossby dan Kelvin itu bisa menimbulkan anomali. Jadi dalam tiga sampai empat hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan,” jelasnya.

Namun, hujan di musim kemarau justru membawa potensi bahaya lain. Perbedaan tekanan udara yang tajam antara kondisi panas dan dingin memicu angin kencang yang berisiko terjadi pada sore hingga malam hari.

“Perbedaan tekanan ini cukup signifikan, sehingga memicu angin kencang yang bisa disertai petir. Ini yang harus diwaspadai masyarakat,” tegas Nasrol.

BMKG juga mengingatkan potensi risiko turunan, mulai dari gangguan jaringan listrik hingga bahaya ranting pohon kering yang mudah patah saat angin kencang.

“Keamanan lingkungan, termasuk ranting-ranting kering, perlu diperhatikan. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk langkah antisipasi,” tambahnya.

Di sisi lain, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini tidak mengubah prediksi musim kemarau. Puncak kemarau di Makassar dan wilayah sekitarnya tetap diperkirakan terjadi pada periode Juni, Juli, dan Agustus (JJA).

Wilayah penyangga seperti Maros, Gowa, dan Takalar juga diprediksi mengalami pola serupa. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap ancaman kekeringan yang bisa terjadi setelah fase anomali ini.

“Kita tetap harus mewaspadai potensi kekurangan air. Pengelolaan dan penghematan air menjadi penting, terutama di daerah dengan kapasitas penampungan terbatas,” tukasnya.

error: Content is protected !!