kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

3 Titik Fasilitas Vital di Makassar Dirusak OTK, Dishub Turunkan Tim Darurat

3 Titik Fasilitas Vital di Makassar Dirusak OTK, Dishub Turunkan Tim Darurat
Perbaikan dan Perakitan Kembali Traffic Light Pintu 1 Unhas yang Dirusak OTK, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Tiga titik fasilitas vital lalu lintas dilaporkan dirusak oleh orang tak dikenal (OTK), di Kota Makassar. Pada Senin (15/09) malam.

Insiden pertama terjadi di simpang Jalan Andi Tonro–Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate. Panel boks kontrol traffic light di lokasi tersebut ditemukan rusak parah. Pintu panel dicongkel, MCB (Miniature Circuit Breaker) diturunkan, dan meteran listrik penuh bekas hantaman benda keras yang diduga batu.

Tak lama berselang, laporan kedua datang dari Jalan A.P. Pettarani, tepat di area Taman Pakui Sayang. Panel kontrol penerangan jalan umum (PJU) di titik tersebut juga dirusak dengan modus serupa.

Pintu panel terbuka paksa, komponen di dalamnya dirusak, dan MCB diturunkan. Akibatnya, satu jalur jalan protokol itu gelap gulita dan membahayakan pengendara.

Perusakan berlanjut di kawasan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas). Panel kontrol traffic light di area strategis yang menjadi akses utama menuju kampus dan sekitarnya ditemukan rusak.

Kejadian ini menambah panjang daftar aset milik Pemerintah Kota Makassar yang dirusak dalam satu bulan terakhir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza langsung mengerahkan tim teknisi setelah menerima laporan beruntun tersebut.

“Petugas terlihat bekerja hingga larut malam untuk memperbaiki panel, memeriksa kabel, serta mengganti komponen yang dirusak agar sistem lalu lintas segera kembali normal,”

Rheza menyesalkan aksi itu dan menilai perusakan fasilitas publik sebagai tindakan merugikan.

“Ini adalah tindakan yang sangat merugikan kita semua. Di saat kami berupaya memberikan pelayanan maksimal, ada oknum tidak bertanggung jawab yang justru merusaknya. Tim kami langsung bergerak malam ini juga untuk memastikan semua fasilitas dapat berfungsi normal kembali demi keselamatan warga,” ujarnya.

Selain menimbulkan kerugian materiil yang membebani anggaran daerah, kerusakan fasilitas vital tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan motif di balik aksi perusakan ini terungkap, agar kasus serupa tidak kembali terulang di Makassar.

error: Content is protected !!