KabarMakassar.com – Aksi tawuran yang melibatkan sesama siswa SMA 10 Bontoramba, Jeneponto, viral di media sosial (medsos).
Video bentrokan yang terjadi di jalan raya tak jauh dari sekolah ini memicu kekhawatiran publik dan menjadi sorotan tajam, terutama terkait lemahnya pengawasan pihak sekolah.
Menurut informasi yang dihimpun, tawuran ini diduga melibatkan dua kelompok siswa dari dusun yang berbeda, yaitu Dusun Nangka-nangka, Desa Balumbungan, dan Dusun Ta’buakan, Desa Batujala.
Aksi saling serang yang terekam kamera ini pun mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak.
Kapolsek Tamalatea, AKP H Suardi.G mengungkapkan bahwa kedua kelompok siswa sama-sama merasa menjadi korban dan berencana untuk melapor ke polisi.
“Masing-masing siswa mengaku menjadi korban, sehingga keduanya ingin melapor,” ujarnya kepada awak media, Rabu (24/09).
Merespons situasi ini, pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan berupaya melakukan mediasi. Tujuannya adalah untuk mendamaikan kedua belah pihak agar masalah tidak berlarut-larut hingga ke ranah hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMA 10 Bontoramba terkait insiden tawuran tersebut.
Upaya konfirmasi melalui WhatsApp pun belum mendapat tanggapan. Situasi ini menempatkan pihak sekolah dalam posisi yang disorot karena dianggap tidak proaktif dalam menangani masalah yang melibatkan siswanya.














