KabarMakassar.com — Eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuat harga emas melambung tinggi turut mendorong penguatan beberapa saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia.
Tercatat, harga emas dunia pada pukul 07.28 WITA naik signifikan sebanyak 1,4 persen ke level 5.360,49 dolar Amerika Serikat per troy ons pada Senin (02/03).
Hal tersebut menjadi pertama kalinya harga emas kembali mencapai level 5.300 dolar Amerika Serikat sejak bulan Desember 2025 lalu.
Berdasarkan data Refinitiv, harga emas global sebelumnya ditutup pada posisi 5.277,29 dolar Amerika Serikat atau naik 1,74 persen pada 27 Februari kemarin.
Sejak 30 Januari 2026 lalu, level tersebut menjadi yang tertinggi. Sedangkan, secara mingguan harga emas turut menguat sebesar 3,41 persen.
Harga emas yang melambung tinggi, menyebabkan beberapa saham emiten turut mengalami kenaikan signifikan.
Sejumlah saham tersebut diantaranya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melambung tinggi sebanyak 5,56 persen ke level 3.420. Kemudian ada PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang naik signifikan 5,32 persen ke posisi 1.980.
Selain itu ada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang melonjak 5,15 persen ke level 1.020. Selanjutnya, ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 5,06 persen ke level 4.570.
Lebih lanjut, ada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang mengalami kenaikan sebanyak 4,50 persen ke level 8.700, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 4,55 persen ke level 575.
Kemudian, ada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melesat 4,00 persen ke level 3.900, lalu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 0,33 persen ke level 7.675 serta PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menguat 0,79 persen ke level 28.825.














