KabarMakassar.com — Perbaikan sekolah yang rusak menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Tercatat 234 sekolah yang akan mengalami perbaikan, terkhususnya pada kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai untuk proses belajar mengajar.
“Kita akan perbaiki sekolah yang rusak terutama rusak berat. Seluruh Sulsel,” ucapnya pada Jumat (04/05).
Selain ruang kelas yang rusak, akan didirikan pula toilet untuk menjaga kesehatan, kebersihan diri, serta kenyamanan para siswa dan guru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Iqbal Nadjamuddin, menyatakan anggaran proyek rehabilitasi ruang kelas belajar berasal dari DAU SG atau Dana Alokasi Umum Spesifik Grand serta DAK atau Dana Alokasi Khusus.
Diketahui, terdapat skema baru atas DAK fisik yang sebelumnya ditarik ke pusat. Setelah dikembalikan ke daerah maka swakelola langsung diserahkan kepada sekolah penerima manfaat tersebut.
“Mekanisme kebijakan beda, jadi itu nanti swakelola ke sekolah. Tapi kita masih menunggu,” terangnya.
Iqbal menekankan kualitas fasilitas yang dibangun akan ditingkatkan. Contohnya untuk konsep smart toilet yang sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sanitasi di sekolah yang amat penting.
Sebagai informasi, diperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan atau rehabilitasi ruang kelas sebesar Rp250.000.000. Sementara, toilet sekitar Rp100.000.000 per unit. Maka, biaya yang akan dihabiskan untuk program ini mencapai lebih dari Rp200 miliar.
Nantinya, kata Iqbal, groundbreaking proyek rehabilitasi di beberapa lokasi sekolah akan dilakukan oleh Presiden Prabowo langsung.














