kabarbursa.com
kabarbursa.com

700 Lebih Pendaftar Berebut Kursi Direksi dan Dewas Perusda di Makassar

700 Lebih Pendaftar Berebut Kursi Direksi dan Dewas Perusda di Makassar
Ketua Tim Seleksi, Prof. Dr. Aswanto, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com – Proses seleksi direksi dan dewan pengawas di lingkup Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Makassar menarik animo besar.

Ketua Tim Seleksi, Prof. Dr. Aswanto, mengungkapkan per Senin (25/08), jumlah pendaftar sudah menembus 700 orang, direksi dan dewan pengawas perusahaan daerah Kota Makassar melakukan registrasi akun.

“Per hari ini sudah ada 700 lebih pendaftar. Peminatnya cukup merata, tapi yang paling banyak diminati itu PDAM,” kata Aswanto, kepada awak media di Kantor Puslatbang KMP LAN, jalan Raya Baruga No 48 Antang Kota Makassar, Senin (25/08).

Besarnya jumlah pelamar membuat tim seleksi menyiapkan mekanisme khusus. Tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran. Sebagai gantinya, Sekretaris Daerah menambah jumlah tim verifikator agar proses penyaringan administrasi tetap berjalan cepat dan akurat.

Aswanto menjelaskan, seleksi ini dibatasi oleh ketentuan usia. Direksi maksimal berusia 55 tahun, sementara dewan pengawas maksimal 60 tahun. Selain itu, setiap kandidat wajib memiliki keahlian yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Khusus untuk PDAM, ada syarat tambahan berupa sertifikat pengelolaan air. Dokumen itu memang belum diwajibkan saat pendaftaran, namun wajib dipenuhi sebelum pelantikan.

Meski lowongan terbuka lebar, pendaftar tidak bisa mengambil dua posisi sekaligus. “Harus memilih salah satu,” tegas Aswanto.

Di sisi lain, dari hasil rapat terakhir, posisi Direktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dipastikan ditiadakan. Dengan begitu, total posisi yang diperebutkan tinggal empat jabatan strategis.

Meski sebagian besar pendaftar berasal dari Makassar, ada pula yang datang dari luar Sulawesi Selatan. Tim seleksi juga menerima lamaran dari kalangan politisi.

Namun, menurut Aswanto, hanya politisi yang tidak tercatat sebagai pengurus partai yang bisa lolos ke tahap berikutnya.

Terkait mantan pejabat yang ikut mendaftar, Aswanto mengaku belum mendapat laporan lengkap. “Kita akan cek, karena syarat usia bisa menjadi batasan tersendiri,” ujarnya.

Soal peluang, Aswanto menegaskan para Pelaksana Tugas (PLT) maupun pendatang baru memiliki kesempatan yang sama.

“Semua punya peluang setara. Kita berusaha semaksimal mungkin agar seleksi ini profesional. Tahap akhirnya ada wawancara langsung dengan wali kota dan wakil wali kota. Hanya yang nilainya bagus yang sampai ke beliau,” jelasnya.

Hingga saat ini, tahapan verifikasi berkas administrasi sudah mulai berjalan. Pengumuman resmi pendaftar yang lolos berkas masih menunggu jadwal final.

“Tim sudah bekerja, tinggal menunggu waktu pengumuman,” pungkas Aswanto.

error: Content is protected !!