KabarMakassar.com — Teror busur kembali terjadi di Kabupaten Takalar. Kali ini menimpa Muh. Muhlis (14), seorang pelajar asal Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa.
Ia menjadi korban pembusuran oleh sekelompok pemuda saat bermain bersama teman-temannya di depan sebuah masjid di Desa Maccini Sombala, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, pada Sabtu (03/05) sekitar pukul 17.30 WITA.
Busur tajam menancap di lengan kiri Muhlis, memaksanya dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani operasi. Meski nyawanya selamat, namun luka fisik dan trauma yang mendalam jelas membekas.
“Anak saya izin keluar sebentar untuk top up. Tak lama, warga datang membawanya pulang dengan anak panah masih menancap di lengannya,” ujar Idrus Dg Liong (48), ayah korban.
Idrus mengungkapkan bahwa saat kejadian, Muhlis sedang duduk santai bersama tiga temannya. Tiba-tiba tiga orang tak dikenal mendekat, dan langsung menyerang. Dua pelaku memegangi tubuh Muhlis, sementara satu orang lainnya menusuk lengan korban dengan anak panah.
“Anak saya tidak punya masalah dengan siapa pun. Kenapa dia harus jadi korban seperti ini?” kata Idrus dengan nada kecewa.
Setelah kejadian, warga segera membawa korban pulang. Namun karena luka cukup parah, keluarga terpaksa membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, proses penanganan medis sempat terkendala masalah teknis karena hari libur dan status tanggungan BPJS.
“Pihak rumah sakit bilang kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS. Saya terpaksa minta anak saya dirawat sebagai pasien umum agar bisa segera dioperasi. Meskipun saya harus berfikir keras dimana mencari uang untuk mengantisipasi biaya operasi anak saya. Ini soal nyawa dan masa depan anak saya,” lanjutnya.
Yang lebih memilukan, Muhlis seharusnya mengikuti ujian penting pada Senin mendatang. Kini ia hanya bisa terbaring lemah dengan luka dan trauma yang mendalam.
Kapolsek Galesong Utara, Iptu Agus Gama, membenarkan kejadian tersebut. “Korban memang ditikam menggunakan mata busur, dan saat ini dirawat di RS Bhayangkara Makassar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa motif pelaku masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kejadian ini menambah daftar panjang aksi kekerasan terhadap anak dan kriminalitas jalanan di Takalar. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum agar segera bertindak tegas. Jika pelaku tidak segera ditangkap, bukan tidak mungkin korban berikutnya adalah anak atau keluarga kita sendiri.













