KabarMakassar.com — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulbar Tolak Tambang Pasir Karossa dan Kalukku menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin (05/05). Aksi ini berlangsung ricuh saat massa berusaha menerobos masuk ke halaman kantor gubernur.
Kericuhan bermula ketika massa aksi dan aparat kepolisian terlibat saling dorong di depan pintu gerbang utama yang dijaga ketat.
Setelah saling dorong massa aksi dengan aparat kepolisian, massa berupaya menerobos gerbang pintu gubernur dengan berbagai upaya.
Terlihat juga massa menggunakan kayu besar besar memukul pintu gerbang agar bisa terbuka.
Setelah beberapa menit massa aksi terus berupaya menerobos gerbang utama, akhirnya massa aksi berhasil masuk melalui jalur pintu samping
Untuk menghalau massa, aparat sempat mengerahkan kendaraan water cannon dan menyemprotkan air ke arah kerumunan pengunjuk rasa yang memaksa masuk.
Aksi ini merupakan bentuk penolakan warga terhadap aktivitas pertambangan pasir di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Warga menilai aktivitas tambang mengancam lingkungan serta mata pencaharian mereka.
Sebelumnya, Koordinator lapangan aksi, Zulkarnain, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk membela tanah kelahiran yang kini terancam aktivitas tambang.
“Kami datang tidak ingin minta jabatan dll kami hanya datang untuk memperjuangkan kedamaian kampung kami,” ucapnya.
Kedatangannya hanya untuk memperjuangkan tanah kelahiran dan mata pencaharian yang sudah terancam oleh tambang.
“Kemana anak cucu kami untuk membangun rumah jika kampung kami diambil alih oleh tambang,” tambahnya.













