kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dinas Peternakan Jeneponto Temukan Tujuh Hewan Ternak Terpapar PMK

KabarSelatan.id — Sedikitnya, ada 7 ekor hewan ternak di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ditemukan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Jeneponto, Bahtiar mengkonfirmasi hal tersebut, Kamis (14/7).

"Dari Pemeriksaan dan Pengambilan sampel darah tim Balai Besar Veteriner (BBVT) Maros ditemukan 7 ekor hewan ternak Positif PMK,"ucapnya. 

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan sejumlah kerbau dan sapi dinyatakan positif PMK.

"Hewan ternak kerbau 6 Positif dan Sapi 1 yang Positif, jadi jumlah keseluruhan sudah 7 positif di Jeneponto,"terang Bahtiar.

Penemuan itu Ketujuh hewan ternak itu dikonfirmasi tim di sejumlah kecamatan.

"Dari 7 hewan yang positif. 1 ekor sapi berada di Desa Bungeng, Kecamatan Batang dan 6 Ekor Kerbau berada di Desa Pattiro, Kecamatan Bangkala Barat," tutup Bahtiar SP.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jeneponto Achmad Tunru mengatakan tujuh ekor hewan tersebut memiliki gejala suhu tinggi dan mulut berlendir selain itu terdapat luka di kuku dan tubuh hewan melemah. 

"Kalau gejala awal dilihat secara kasat mata itu PMK yah, di mulutnya ada kaya lendir-lendir begitu keluar, kemudian melepuh juga bibir dan lidah, kemudian kukunya itu luka. Kalau dalam keadaan parah, malah lepas kaki. Kemudian nafsu makannya tidak ada,"ucap Achmad Tunru. 

Ternyata, PMK itu menular berawal dari sapi yang sudah terpapar dan meninggal  tidak mengubur melainkan pemiliknya membuang bangkainya ke sawah. 

"Jadi sebenarnya itu terpapar bukan pengaruh dari luar, kejadian kemarin itu saya dengar informasi ada pedagang yang sapinya mati, mungkin kena virus. Dia taruh di sawah dan tidak di kubur, disitu juga mungkin banyak sapi berkeliaran yah nyangkut lah virusnya," ungkapnya. 

Rencananya, sapi yang sudah terpapar akan disembelih lalu dikubur agar virusnya tidak menyebar.

"Pemiliknya sudah ikhlas supaya aman, dia mau potong sapinya dan di musnahkan lalu di kubur sehingga tidak menyebar ke lain," terangnya.  

Sementara keenam ekor kerbau yang sudah  terpapar PMK tidak begitu parah sehingga pemerintah akan mengisolasi dan memberikan obat serta asupan gizi.

"Artinya bisa di isolasi, bisa dia pulih. Nanti di berikan obat dan Vaksin. Kerbau itu tidak boleh keluar dari kandang. Di kasih makan di kandang saja," pungkasnya. 

error: Content is protected !!