KabarMakassar.com — Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau dikenal dengan istilah MBKM adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbudristek yang bertujuan mendekatkan Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan Industri.
Program ini juga memberikan seluruh mahasiswa kesempatan untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai langkah persiapan karir.
Merespon hal tersebut Unifa menjajaki kerjasama kemitraan dengan PT. Semen Tonasa, dengan melakukan kunjungan ke kantor PT. Semen Tonasa, Makassar Senin (11/9).
Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Muhammad Ridwan Arif, SE., MAF,. Ak, Rektor Unifa, Dr. Muliyadi Hamid, SE., M.Si., Deputi Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Muh. Bisyri, S.Ksi, M.I.Kom., Kepala Unit Marketing dan Promosi, Muchlis Hasan, SE., M.Si serta Koord. Bidang Kemitraan dan Kerjasama Unit MBKM, Muhammad Fikri Amra, S.IP., M.H.I dan diterima langsung oleh Dirut PT Semen Tonasa, Asruddin SE, MM, A.
Rektor Unifa, Dr. Muliyadi Hamid, SE., M.Si., menjelaskan bahwa sebelum adanya program MBKM, industri terutama perusahaan-perusahaan BUMN dan beberapa kampus di Indonesia telah melaksanakan kerjasama dalam bentuk pemagangan yang dikenal dengan program Forum Human Capital Indonesia atau FHCI sebagai bentuk perwujudan BUMN untuk Indonesia.
Saat ini melalui program Merdeka Belajar Kemendikbudristek merancang program MBKM, dimana intinya adalah mahasiswa yang melakukan kegiatan MBKM, salah satunya adalah pemagangan dapat dikonversi menjadi 20 SKS dalam satu semester dan bisa diperpanjang pada semester berikutnya menjadi 40 SKS jika memungkinkan di luar program studi, tentunya dengan mitra yang telah melakukan penandatangan kerjasama sebelumnya.
Menurutnya, kedepan mahasiswa Unifa bisa ditempatkan di PT Semen Tonasa sesuai kebutuhan perusahaan dalam rangka implementasi bentuk kegiatan pembelajaran MBKM.
Tidak hanya itu, ia juga memperkenalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UNIFA. RPL ini bertujuan mengakomodir pengalaman kerja pegawai baik pemerintahan maupun swasta yang diakui sebagai kredit dalam pendidikan formal yakni di Perguruan Tinggi.
Pengakuan ini akan dilakukan melalui metode asesmen yang ketat oleh tim RPL Unifa kemudian akan dijadikan syarat apakah calon mahsiswa RPL diakui atau belum sesuai dokumen ang diajukan.
Menurutnya, dari pertemuan ini pihak PT Semen Tonasa bisa mengirimkan karyawan yang tertarik dan ingin melanjutkan masa studinya di Perguruan Tinggi dengan menggunakan pengalaman kerjanya untuk diakui.
Sementara itu, Dirut PT Semen Tonasa, Asruddin mengatakan kami siap menerima mahsiswa magang di PT Semen Tonasa. Dengan konversi 20 SKS, artinya mahasiswa akan berfokus pada kegiatan yang dilaksanakan di perusahaan.
“Kami siap menerima mahasiswa dari Unifa yang ingin magang di sini, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Selain itu, Asruddin mengatakan bahwa Program RPL adalah program yang menarik untuk dikerjasamakan, sebab sebagian besar karyawan kami adalah lulusan D3.
“Program RPL adalah Program yang sangat menarik untuk dikerjasamakan, untuk itu kami akan mengarahakan karyawan kami untuk mengikuti program tersebut, bagi saya selain mengejar strata pendidikan proses pembelajarannya tidak kalah penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan siap mengahadapi perubahan,” ucapnya.













