KabarMakassar.com — Bawaslu Pinrang menggelar rapat peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Kegiatan ini dihadiri Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Divisi SDM dan Organisasi Samsuar Saleh.
Komisioner Bawaslu Sulsel Samsuar Saleh mengatakan ini merupakan kunjungan perdananya di 24 Kabupaten yang ada di Sulsel sejak dilantik pada 9 Mei 2023 yang lalu.
Samsuar yang Mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa ini berpesan kepada seluruh Panwascam Kabupaten Pinrang agar menjalin hubungan baik dan jaga kekompakan.
"Hari ini bertemu jajaran pengawas pemilu di Pinrang. Baik itu Bawaslu Pinrang sendiri maupun panwascam dalam rangka penguatan menghadapi sengketa setelah pencalonan," kata Samsuar di MS Hotel, Jalan Soekawati, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Selasa (16/5).
Dia juga berpesan di hadapan seluruh anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Pinrang dan organisasi kepemudaan dan lembaga Pinrang agar tetap mengawal daftar pemilih nantinya.
"Ini kan sudah dalam tahap mengawal daftar pemilih sementara hasil perbaikan. Kemudian nanti ada tahap selanjutnya daftar pemilih tetap. Hal ini tentu harus diawasi. Jangan sampai masih ada warga yang tidak terdaftar atau jangan sampai juga ada warga yang meninggal tapi namanya masih tercantum," tuturnya.
Samsuar mengatakan, pengawasan pemilu ini tidak hanya Bawaslu dan Panwascam saja.
"Tapi, perlu bersama-sama melakukan. Perlu adanya penyadaran masyarakat untuk ikut mengawal. Jadi bukan hanya Bawaslu saja. Peran masyarakat, pemuda, dan organisasi kepemudaan itu juga harus turut andil demi terciptanya pemilu yang aman dan adil," ungkapnya.
Lebih lanjut, Samsuar mengatakan pihaknya memetakan daerah rawan pada pemilu 2024 nantinya.
"Hampir di semua kota, ini juga berlaku di Pinrang ada (daerah rawan). Daerah rawan itu biasanya di daerah perbatasan. Misalnya perbatasan Sulbar, perbatasan Sidrap, perbatasan Parepare. Itu potensinya ada. Misalnya pemilih berpindah, Kemudian di beberapa titik yang jauh dari akses publik. Saya rasa di Pinrang itu masih ada," jelasnya.
Dia menuturkan, di setiap tahapan, tentu Bawaslu sudah melakukan pemetaan. Mulai dari indeks kerawanan pemilu dari Bawaslu RI.
"Indeks kerawanan pemilu itu kemudian di breakdown ke provinsi, provinsi ke kabupaten. Dan itu divisualisasikan bagaimana bentuk pencegahannya nanti," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pinrang Andi Fitriana mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi ketika satu tahapan pemilu telah selesai.
Seperti diketahui, tahapan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) telah diplenokan.
"Tiap tahapan selesai, kita perlu adanya evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Kemarin teman-teman panwascam telah melakukan pencermatan terkait DPSHP. Sisa melakukan pengawasan apakah DPSHP ini informasinya sampai ke masyarakat dengan merata," ujarnya.
Jangan sampai, kata Fitriana, masih ada warga yang namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih tersebut.
"Hal ini lah yang harus kita awasi, sehingga nantinya tidak jadi polemik di masyarakat. Maka dari itu, kegiatan ini untuk memberikan teman-teman panwascam pemahaman bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita dalam mengawasi pemilu 2024," tutupnya.













