KabarMakassar.com — Kinerja pariwisata Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang kontras pada Februari 2026.
Di satu sisi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tumbuh signifikan. Namun di sisi lain, pergerakan wisatawan domestik justru melemah, diikuti penurunan tingkat hunian hotel berbintang.
Data menunjukkan jumlah kunjungan wisman ke Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mencapai 1.410 kunjungan, atau meningkat 44,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, lonjakan turis asing itu belum mampu mendorong sektor akomodasi secara signifikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Sulawesi Selatan tercatat 44,50 persen, turun 0,83 poin dibanding Februari 2025.
Kontraksi lebih tajam terjadi pada sektor wisata domestik. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulsel tercatat 3,31 juta perjalanan, atau turun 16,90 persen secara tahunan.
Penurunan juga terlihat pada mobilitas wisatawan nasional melalui jalur udara. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat 12.396 perjalanan, menurun 9,59 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pemulihan pariwisata Sulsel belum merata. Ketergantungan pada pasar domestik yang selama ini menjadi penopang utama justru tengah menghadapi perlambatan, sementara peningkatan kunjungan wisman belum cukup besar untuk menutup penurunan tersebut.
Situasi ini menjadi alarm bagi sektor pariwisata daerah, terutama dalam menjaga daya tarik destinasi bagi wisatawan domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi pariwisata Sulawesi Selatan.














