KabarMakassar.com — Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pangkep menggelar sosialisasi peran kampung KB di ruang rapat wakil bupati Pangkep, Selasa (25/04).
Kepala Dinas DP2KBP3A Pangkep Pangkep, dr Nurlia Sanusi mengatakan, Kampung KB berperan dalam mencegah dan menekan angka stunting. Salah satunya melalui program dapur sehat atasi stunting (Dahsyat) yang telah dicanangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Menurutnya, melalui 'Dahsyat' dilakukan pemberian makanan kepada orang-orang yang beresiko stunting speerti ibu hamil, ibu pasca melahirkan, calon pengantin dan ibu yang memiliki bayi usia di bawah dua tahun.
"Jadi, Dahsyat ini pemberian makanan berbahan lokal. Berdasarkan bahan makanan yang ada di wilayah setempat. Itu yang dikembangkan, akan dimasak untuk orang yang beresiko stunting terkhusus kepada orang yang kurang mampu," ucapnya.
Selain itu lanjutnya, keberadaan Kampung KB sangat bermanfaat sebagai miniatur pembangunan. Dimana, kegiatan terpadu mendekatkan pelayanan Bangga Kencana.
Di Kampung KB pula, BKKBN melakukan kegiatan pembinaan seperti bina balita, bina remaja, bina lansia dengan upaya peningkatan pendapatan keluarga.
"Di dalam kampung KB ini, memang keterlibatan lintas sektor sangat diharapkan. Begitupun keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga Kampung KB ini tidak kumuh, namun menjadi sehat," tambah Kadis DP2KBP3A.
Untuk diketahui, saat ini di Pangkep terdapat 51 kampung KB. Diharapkan, kampung KB dapat terbentuk di semua desa/kelurahan yang jumlahnya 103.













