KabarMakassar.com — Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (19/04).
Aksi unjuk rasa tersebut merespon sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap justru menyengsarakan masyarakat.
Jenderal Lapangan Aksi, Untung Sarangnga menjelaskan aksi unjuk rasa yang dilakukan merespon kenaikan harga dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), menolak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen dan meminta Presiden Joko Widodo mencopot tiga menteri yang mengeluarkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden.
Adapun tiga menteri tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
"Kami meminta DPRD menerima tuntutan kami yakni menolak kenaikan BBM dan PPN kemudian meminta presiden untuk mencopot tiga menterinya yang telah mengeluarkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden," ungkapnya, Selasa (19/04).
Aksi unjuk rasa yang dilakukan dengan memadati depan gerbang Kantor DPRD Sulsel sambil membentangkan spanduk tersebut mengakibatkan kemacetan panjang dari arah Jalan Pongtiku hingga Jembatan Layang Flyover Makassar.
Meski begitu aksi unjuk rasa tetap berjalan dengan kondusif dan didampingi sejumlah aparat kepolisian yang berjaga.













