KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan signifikan pada mobilitas transportasi laut di Sulawesi Selatan sepanjang Februari 2026.
Penurunan paling tajam terjadi di Pelabuhan Parepare, dengan jumlah penumpang kapal merosot hingga 38,90 persen dibanding bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri di Sulawesi Selatan pada Februari tercatat sebanyak 178,12 ribu orang. Angka itu turun 25,03 persen dibanding Januari 2026.
Penurunan tajam di Pelabuhan Parepare menjadi sorotan karena menjadi yang tertinggi di antara pelabuhan utama lainnya di Sulsel, menandakan perlambatan mobilitas penumpang melalui jalur laut.
Tak hanya sektor penumpang, aktivitas logistik laut juga ikut mengalami kontraksi. Volume barang yang dimuat melalui pelabuhan laut di Sulawesi Selatan tercatat sebesar 567,77 ribu ton atau turun 22,49 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara barang yang dibongkar mencapai 749,32 ribu ton, juga mengalami penurunan sebesar 14,11 persen.
Tren pelemahan mobilitas juga terjadi pada transportasi udara. BPS mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik pada Februari 2026 mencapai 636,49 ribu orang, turun 19,49 persen dibanding Januari.
Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang tercatat sebanyak 28,45 ribu orang atau turun 12,17 persen. Seluruh aktivitas penerbangan internasional di Sulawesi Selatan masih terpusat melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Dari sisi angkutan barang udara, total muatan yang terdiri dari kargo, bagasi, dan pos tercatat 5,56 ribu ton, turun 8,99 persen. Sedangkan barang yang dibongkar mencapai 7,45 ribu ton atau turun 8,35 persen.
Data ini menunjukkan perlambatan pergerakan penumpang dan distribusi logistik di berbagai moda transportasi di Sulawesi Selatan pada Februari 2026.














