KabarMakassar.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jeneponto menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran barang terlarang di dalam sel. Pada Jumat (08/05), jajaran Rutan Jeneponto menggelar Apel dan Ikrar Bersama bertajuk “Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (Benar)”.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut instruksi tegas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Di lokasi, apel ini tidak hanya diikuti oleh internal petugas Rutan, tetapi juga dihadiri oleh personil Kodim 1425 Jeneponto, Polres Jeneponto, perwakilan LSM, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), serta awak media. Kehadiran pihak eksternal ini menjadi bukti nyata transparansi Rutan Jeneponto dalam menjaga integritas.
Kepala Rutan Kelas IIB Jeneponto, Adam Ridwansyah, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menekankan bahwa ikrar yang diucapkan bukan sekadar seremonial.
“Komitmen pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan harus dilaksanakan secara konsisten. Ini harga mati demi menjaga keamanan, ketertiban, dan marwah institusi pemasyarakatan,” tegas Adam Ridwansyah dalam amanatnya. Sabtu (9/5).
Tak butuh waktu lama setelah apel selesai, suasana berubah menjadi tegang saat petugas gabungan langsung bergerak menyisir setiap sudut blok hunian warga binaan.
Razia besar-besaran ini menyasar barang-barang terlarang, terutama perangkat elektronik ilegal dan narkotika. Selain penggeledahan fisik, Rutan Jeneponto juga menggelar:
Tes Urine: Dilakukan secara acak baik kepada petugas maupun warga binaan untuk memastikan lingkungan Rutan steril dari penyalahgunaan zat terlarang.
Penyuluhan Bahaya Narkotika: Edukasi langsung bagi warga binaan agar memahami dampak buruk narkoba.
Konferensi Pers: Pemaparan hasil temuan razia di hadapan publik sebagai bentuk akuntabilitas.
Melalui gerakan Benar ini, Rutan Kelas IIB Jeneponto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.
“Kami tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi praktik-praktik yang merusak integritas di sini. Sinergi dengan TNI dan Polri akan terus kami perkuat,” pungkas Adam Ridwansyah.














