kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Memahami Skema Perhitungan Tagihan Listrik PLN Pascabayar

Memahami Skema Perhitungan Tagihan Listrik PLN Pascabayar
(Foto : IST)

KabarMakassar.com — PT PLN (Persero) memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghitung tagihan listrik bulanan bagi pelanggan pascabayar. Hal ini bertujuan agar pelanggan dapat melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik serta menggunakan energi secara lebih bijak.

Komponen Pembentuk Tagihan berdasarkan informasi resmi, tagihan listrik akhir tidak hanya ditentukan oleh pemakaian energi, tetapi juga melibatkan beberapa komponen biaya tambahan lainnya. Rumus dasar perhitungan tagihan adalah sebagai berikut:

Total Pemakaian (kWh): Selisih antara Stand Meter Akhir dan Stand Meter Awal.

Tarif per kWh: Nilai yang ditetapkan sesuai dengan golongan daya pelanggan. Perlu dicatat bahwa tarif listrik tidak mengalami perubahan sejak 1 Januari 2022.

Biaya Materai: Hanya dikenakan jika total tagihan listrik berada di atas Rp5.000.000.

PBJT-TL (Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik): Pajak ini berkisar antara 3% hingga 10%.

Biaya Admin: Besaran biaya ini bergantung pada kanal pembayaran yang dipilih oleh pelanggan.

PLN juga merilis daftar tarif listrik per kWh untuk periode April hingga Juni 2026 bagi berbagai golongan rumah tangga:

R-1 / Subsidi (450 VA): Rp415.

R-1 / Subsidi (900 VA): Rp605.

R-1 / Non-Subsidi (900 VA RTM): Rp1.352.

R-1 / Non-Subsidi (1.300 VA): Rp1.444,70.

R-1 / Non-Subsidi (2.200 VA – 5.500 VA+): Rp1.699,53.

Simulasi Contoh Perhitungan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pelanggan, berikut adalah simulasi perhitungan tagihan listrik untuk rumah tangga dengan golongan daya 1.300 VA dan konsumsi bulanan sebesar 150 kWh:

Biaya Pemakaian: 150 kWh × Rp1.444,70 = Rp216.705.

Pajak (PBJT-TL 5%): 5% × Rp216.705 = Rp10.835.

Biaya Admin (Estimasi): Rp2.500.

Total Tagihan Akhir: Rp216.705 + Rp10.835 + Rp2.500 = Rp230.040.

Catatan: Biaya Materai tidak dikenakan dalam simulasi ini karena total tagihan berada di bawah ambang batas Rp5.000.000.

Tips Hemat Energi, untuk membantu menekan biaya tagihan, masyarakat diimbau untuk menjalankan perilaku hemat listrik, di antaranya:

– Mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan.

– Beralih menggunakan lampu LED.

– Mengatur suhu AC pada suhu ideal 24–26°C.

– Memilih peralatan rumah tangga yang memiliki fitur hemat energi.

Pelanggan dapat memantau pemakaian dan melakukan pembayaran melalui aplikasi PLN Mobile untuk kemudahan akses layanan.

error: Content is protected !!