kabarbursa.com
kabarbursa.com

Isu Reshuffle, Golkar Sebut Kunci Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Isu Reshuffle, Golkar Sebut Kunci Perbaikan Kinerja Pemerintahan
Wakil Ketua Umum DPP Golkar Idrus Marham (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Isu perombakan kabinet kian menguat setelah pernyataan singkat Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memicu spekulasi di lingkungan Istana.

“Tunggu saja,” ujarnya singkat, tanpa merinci waktu pelaksanaan reshuffle yang disebut akan diumumkan langsung oleh Prabowo Subianto.

Di tengah dinamika tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai polemik reshuffle tidak boleh berhenti pada isu pergantian figur semata. Ia menegaskan, persoalan utama justru terletak pada efektivitas kinerja para menteri dalam menerjemahkan visi presiden.

“Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” tegas Idrus dalam keterangannya, Senin (27/04).

Menurutnya, evaluasi kabinet menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan program strategis nasional berjalan optimal. Ia menyebut, arah kebijakan pemerintahan sebenarnya sudah jelas, mulai dari penguatan ideologi negara, pembangunan inklusif, hingga fokus pada ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi sumber daya.

Namun, implementasi di tingkat kementerian dinilai belum sepenuhnya maksimal, sehingga diperlukan langkah korektif melalui evaluasi menyeluruh.

Idrus juga mengingatkan bahwa reshuffle merupakan instrumen sah dalam sistem presidensial untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pemerintahan.

“Reshuffle itu bukan sekadar ganti orang, tapi strategi untuk memperkuat kinerja dan memastikan program berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia bahkan menegaskan bahwa menteri yang tidak menunjukkan kinerja optimal harus diganti tanpa pengecualian.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” katanya.

Meski isu reshuffle terus menguat, hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.

Idur menyebut, publik terus menunggu keputusan Presiden Prabowo, di tengah harapan agar evaluasi kabinet dapat segera dilakukan guna menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan politik yang terus berkembang.

Idrus menekankan, yang terpenting bukan momentum reshuffle, melainkan hasil akhir yang ingin dicapai, yakni pemerintahan yang lebih solid, responsif, dan mampu menjalankan agenda pembangunan secara efektif.

error: Content is protected !!