KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sulawesi Selatan pada September 2025 mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,03 persen dengan IHK mencapai 108,72.
Dari sisi bulanan atau month-to-month (m-to-m), Sulawesi Selatan justru mengalami deflasi sebesar -0,17 persen. Sementara inflasi kumulatif sejak Januari hingga September 2025 atau year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 2,32 persen.
Secara spasial, inflasi y-on-y tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di Kabupaten Luwu Timur sebesar 4,27 persen. Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kota Palopo sebesar 2,70 persen.
“Pada September 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 3,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,72. Inflasi tertinggi terjadi di Kab. Luwu Timur sebesar 4,27 persen dengan IHK sebesar 110,49 dan terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,70 persen dengan IHK sebesar 108,52,” ucap Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, saat menyampaikan berita resmi statistik secara daring, Rabu (01/10).
Adapun kontribusi terbesar terhadap inflasi y-on-y berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,67 persen.
Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,81 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen, serta pendidikan sebesar 0,05 persen.
Beberapa kelompok pengeluaran lainnya juga memberikan andil meski relatif kecil. Pakaian dan alas kaki menyumbang 0,08 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,10 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen, kesehatan 0,04 persen, transportasi 0,04 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen.
Perkembangan inflasi y-on-y Sulawesi Selatan sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Pada September 2024 tercatat sebesar 1,67 persen, kemudian turun menjadi 1,23 persen pada Desember 2024, bahkan sempat deflasi -1,09 persen pada Februari 2025.
Selanjutnya inflasi kembali naik hingga mencapai 2,28 persen pada April 2025, stabil di kisaran 2 persen, dan menembus 3,12 persen pada Agustus 2025 sebelum sedikit turun ke level 3,03 persen di September 2025.














