KabarMakassar.com — Baru sehari menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde langsung menargetkan dua fokus utama menjaga likuiditas perusahaan dan merespons keluhan distribusi air bersih dari masyarakat.
Ia menekankan posisinya hanya bersifat sementara hingga direksi definitif terbentuk, sesuai aturan yang berlaku. Targetnya, proses tersebut bisa rampung dalam waktu maksimal enam bulan.
“Kami ini hanya bekerja sampai adanya direksi definitif. Jadi kami tidak mengharapkan lama-lama sebagai PLT. Mudah-mudahan dalam enam bulan semua sudah selesai, termasuk berbagai keluhan dari masyarakat,” ujarnya, dalam Konferensi Pers PDAM Makassar di Kantor PDAM, Selasa (21/04).
Syahrum langsung menyoroti pentingnya kondisi keuangan perusahaan. Menurutnya, likuiditas menjadi kunci agar PDAM mampu bergerak cepat menjawab kebutuhan layanan, terutama terkait distribusi air.
“Likuiditas harus dijaga supaya cash flow bagus. Dengan begitu kita bisa siapkan investasi, termasuk pengadaan pompa tanpa harus menunggu lama sementara masyarakat butuh air,” tegasnya.
Ia mengakui, selama ini salah satu kendala utama pelayanan adalah keterlambatan pengadaan infrastruktur, seperti pompa air. Ke depan, PDAM ditargetkan memiliki cadangan peralatan agar gangguan distribusi bisa segera diatasi.
“Kalau pompa rusak, harus langsung diganti. Tidak boleh lagi menunggu pengadaan lama karena itu sangat mengganggu layanan air ke masyarakat,” katanya.
Selain aspek keuangan, Syahrum juga menaruh perhatian pada berbagai keluhan warga yang masih sering terjadi. Ia memastikan langkah cepat akan diambil, termasuk turun langsung ke lapangan.
“Hari ini kami langsung tindak lanjuti laporan yang viral, termasuk kejadian pipa meledak di wilayah utara kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pembenahan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap melanjutkan capaian positif dari manajemen sebelumnya, khususnya dalam peningkatan efisiensi dan kinerja keuangan.
Dengan fokus pada stabilitas keuangan dan percepatan penanganan keluhan, Syahrum menegaskan komitmennya menjaga layanan air tetap berjalan optimal selama masa transisi kepemimpinan di PDAM Makassar.
“Ini memang harus menjadi perhatian serius dan amanah yang diberikan oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin,” tukasnya.













