KabarMakassar.com — Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan peninjauan langsung ke Gedung DPRD Sulsel pasca insiden kebakaran beberapa waktu lalu. Hasil identifikasi cepat menunjukkan adanya sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Dari hasil peninjauan, tercatat ada sembilan massa bangunan DPRD Sulsel yang terdampak. Dua di antaranya mengalami kerusakan berat, sementara sisanya dikategorikan rusak ringan hingga sedang.
“Dari hasil kunjungan kami pada siang hari ini, ditemani dengan Ibu Ketua DPRD Provinsi, kami melihat bahwa yang terdampak ada sembilan massa bangunan. Tapi yang paling berat adalah ruang sekretariat di belakang, dan kemudian ini gedung utama. Gedung utama ini juga rusak berat,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, Selasa (16/09).
Dalam penjelasannya, Dewi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi cepat terhadap kondisi masing-masing bangunan.
Hasil dari kajian tersebut memperlihatkan dua titik yang harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“Kami hasil identifikasi cepat, ini ada dua yang rusak berat, yang ruang sekretariat dan gedung utama. Sisanya itu sebagian besar adalah rusak ringan sampai sedang,” ujarnya.
Dewi menjelaskan, bangunan yang masuk kategori rusak ringan hingga sedang akan menjadi prioritas rehabilitasi awal.
Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat selesai sebelum akhir 2025 sehingga dapat kembali difungsikan sebagai ruang kerja sementara.
“Kami mengharapkan bahwa tahun 2025 ini, Kementerian PU bisa membantu untuk melakukan rehabilitasi pada gedung yang mengalami kerusakan ringan,” kata Dewi.
Sementara itu, untuk bangunan utama DPRD Sulsel, Dewi menyebut kondisinya masih bisa dipertahankan secara struktur meski mengalami kerusakan parah.
Namun, proses perbaikan akan membutuhkan waktu lebih panjang karena memerlukan desain ulang.
“Sedangkan untuk yang gedung utama, ini karena rusak berat, tapi secara struktur ini masih bisa digunakan,” jelasnya.
Khusus untuk gedung sekretariat yang berada di bagian belakang, Dewi menyampaikan bahwa hasil kaji cepat memperlihatkan perlunya pembangunan ulang.
Rekonstruksi ini tidak hanya untuk memulihkan kerusakan, tetapi juga menyesuaikan kapasitas gedung dengan jumlah anggota DPRD Sulsel yang kini mencapai 85 orang.
“Kemudian untuk yang gedung sekretariat di belakang, itu secara kaji cepat, kelihatannya itu perlu rekonstruksi. Jadi rekonstruksi ini artinya dibangun baru,” tegasnya.














