KabarMakassar.com – Ketua DPD PKS Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menegaskan partainya menargetkan perekrutan hingga 1.800 kader baru setiap tahun.
Target tersebut ditopang oleh struktur organisasi yang telah terbentuk hingga tingkat RT dan RW.
“Target kita paling tidak bertumbuh kembang 1.800 kader per tahun. Ini akan menjadi mesin yang bergerak di tengah-tengah masyarakat,” ujar Andi Hadi usai Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar digelar di Hotel Grand Asia, Jl. Boulevard, Minggu (07/09).
Menurutnya, PKS sejak awal terus berbenah dalam membangun struktur kepartaian, baik di tingkat kota hingga ranting. Penguatan struktur itu bukan hanya untuk konsolidasi internal, tetapi juga sebagai jembatan kolaborasi dengan pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.
“PKS tidak ingin terlena dengan hal-hal yang baik saja. Kami juga harus hadir sebagai mitra kritis pemerintah, memberikan masukan dan teguran jika ada proses pemerintahan yang tidak berjalan baik,” tegasnya.
Andi Hadi menekankan, PKS akan memainkan peran sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dalam dinamika pemerintahan dan politik lokal.
“Kami bukan partai yang selalu berpikir berbeda, tapi kami ingin kolaborasi yang sehat agar proses pemerintahan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Setelah pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) DPD PKS Makassar, partai berlogo bulan sabit kembar ini akan menggelar Musyawarah Kerja Daerah. Forum tersebut akan melahirkan pengurus DPC hingga ranting, sekaligus merumuskan strategi kaderisasi berjenjang.
“Dari sistem periodisasi yang solid, kami yakin akan lahir kekuatan politik yang solid juga. Target kami jelas: PKS harus jadi pemenang di Makassar. Anggota legislatif PKS punya tanggung jawab mempertahankan kursinya dan bekerja di wilayahnya masing-masing,” kata Andi Hadi.
Lebih jauh, ia mengungkapkan dua program unggulan partai, yakni K2 (Kaderisasi dan Kesejahteraan Kader) serta P2 (Pemenangan Pemilu). Melalui K2, PKS berkomitmen memuliakan kadernya agar kehidupan mereka semakin sejahtera dan mampu menjadi motor penggerak partai.
“Pembinaan kaderisasi wajib. Kader PKS harus hidupnya termuliakan, karena merekalah mesin yang akan menggerakkan partai ke depan,” tegasnya.
Sementara melalui P2, PKS berupaya membangun pondasi politik yang lebih efisien dan murah dengan mengandalkan sumber daya manusia yang solid.
“Dengan SDM yang kuat, biaya politik akan lebih ringan karena kita sudah punya pondasi kader yang siap bekerja di masyarakat,” pungkasnya.














