KabarMakassar.com — Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, menilai kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki akan menjadi titik balik bagi kebangkitan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Selatan.
Ia menyebut sosok yang akrab disapa Panglima Ta’ itu memiliki karakter kepemimpinan kuat berkat latar belakang militernya.
“Pak Andi Muhammad adalah figur yang tepat memimpin Hanura Sulsel. Latar belakang militernya menjadi bekal besar dalam menegakkan disiplin, ketegasan, dan arah kerja yang sistematis di tubuh partai,” ujar Firdaus di Makassar, Selasa (21/10).
Firdaus menilai, kesamaan latar militer antara Andi Muhammad dan pendiri Hanura, Wiranto, menjadi benang merah dalam semangat kepemimpinan partai.
“Hanura didirikan oleh tokoh militer seperti Wiranto. Jadi ketika dipimpin figur dengan karakter serupa, akan lebih mudah menemukan titik temu visi dan kultur organisasi,” jelasnya.
Menurut Firdaus, salah satu langkah cepat Panglima Ta’ adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan sebelumnya.
Langkah itu disebutnya sebagai upaya strategis untuk memetakan persoalan internal, memperbaiki sistem, serta memperluas jejaring eksternal partai.
“Beliau bergerak cepat. Melakukan evaluasi, memetakan masalah, lalu membenahi internal dan memperkuat jejaring keluar. Langkah ini penting agar Hanura tidak hanya solid di dalam, tetapi juga adaptif terhadap dinamika politik di luar,” paparnya.
Namun, Firdaus juga mengingatkan bahwa tantangan besar menanti Panglima Ta’, yakni menyesuaikan gaya kepemimpinan militer ke dalam arena politik sipil.
Menurutnya, kemampuan komunikasi dan kolaborasi dengan para elite serta masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan Andi Muhammad di Hanura.
“Tantangan terbesar adalah adaptasi. Pola komando harus diimbangi dengan pendekatan dialogis. Jika beliau bisa mengombinasikan ketegasan militer dengan empati sosial, maka ketokohannya akan makin kuat,” ujar Firdaus.
Menjelang Pemilu 2029, Firdaus menyarankan agar Hanura Sulsel fokus pada konsolidasi dan pembentukan struktur kepengurusan yang solid. Ia menilai kehadiran tokoh-tokoh berpengaruh dan kader potensial akan menentukan posisi tawar partai di masa mendatang.
“Fokus ke depan adalah membentuk kepengurusan yang diisi tokoh berpengaruh dan memperkuat kaderisasi. Hanura harus menyiapkan calon legislatif potensial sejak dini agar mesin politik berjalan maksimal,” tutup Firdaus.














