KabarMakassar.com — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menilai kebutuhan hunian sewa di kawasan perkotaan perlu diperkuat sebagai respons terhadap perubahan pola hidup masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki mobilitas tinggi.
Menurut Fahri, fenomena masyarakat yang memilih menyewa tempat tinggal merupakan hal yang umum terjadi di berbagai kota besar di dunia. Pilihan tersebut biasanya berkaitan dengan fase kehidupan pekerja yang masih berada dalam masa transisi.
Ia menjelaskan, pada masa awal bekerja, banyak orang lebih memilih menyewa tempat tinggal dibandingkan membeli rumah. Hal ini berkaitan dengan tuntutan pekerjaan yang sering kali mengharuskan mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
“Sebenarnya kalau fenomena perkotaan di seluruh dunia juga begitu karena orang itu dalam transisi, ketika dia kerja ya dia lebih baik nyewa,” kata Fahri, dalam kunjungannya ke Makassar, beberapa waktu lalu.
Menurut Fahri, mobilitas kerja yang tinggi membuat kepemilikan rumah tidak selalu menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, pasar hunian sewa perlu disiapkan sebagai alternatif tempat tinggal yang layak.
“Salah satu alasannya adalah karena dia tahu pekerjaannya menuntut dia akan pindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi ya pasar sewa harus disiapkan alternatifnya,” ungkapnya.
Ia menilai kota-kota berkembang di Indonesia perlu mulai memperkuat ekosistem hunian sewa agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Salah satu kota yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan pasar tersebut adalah Makassar.
Menurutnya, penyediaan hunian sewa yang memadai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperbaiki kualitas perumahan di kawasan perkotaan.
“Kota-kota seperti Makassar ini harus menyiapkan pasar sewa yang besar, dan juga pemerintah kalau mau memperbaiki hunian di Kota Makassar ya konsepnya sewa,” ujar Fahri.
Fahri menambahkan, penguatan sektor hunian sewa bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menjadi perhatian di berbagai kota besar dunia. Bahkan, menurutnya, isu perumahan dan pasar sewa dapat menjadi faktor penting dalam dinamika politik perkotaan.
Ia berharap pengembangan ekosistem hunian sewa di Indonesia dapat menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan perumahan di kota-kota besar, sekaligus memberikan pilihan tempat tinggal yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
“Itu wali kota New York menang kan karena perang pasar sewa, perumahan. Nah itu yang kita mesti perbaiki ke depan,” pungkasnya.














